JAKARTA (Surau.ID) – Suasana Pondok Pesantren Khairul Ummah di kawasan Kapuk Muara, Jakarta Utara, tampak meriah saat ratusan santri antusias mengikuti layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining kesehatan yang digelar secara inklusif pada hari Kamis, 13 Agustus 2026.
Program jemput bola ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas kementerian, yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, dan Kemenko PMK, guna memperluas akses layanan kesehatan langsung di ekosistem pendidikan keagamaan.
Sebanyak 195 santri tingkat Madrasah Aliyah telah difasilitasi dalam pemeriksaan kesehatan komprehensif ini, sementara santri tingkat lainnya turut mendapatkan layanan kesehatan pendukung seperti vaksinasi HPV.
Membawa Ketenangan dan Kesadaran Pola Hidup Sehat
Kehadiran tim medis memberikan ketenangan tersendiri bagi para santri yang tinggal di asrama, sekaligus membantu mendeteksi kondisi fisik secara dini agar mereka dapat mengantisipasi berbagai risiko penyakit.
“Sangat penting menjaga kesehatan, karena kita hidupnya di sini bareng-bareng,” ungkap Haura, salah satu santriwati yang merasa sangat lega setelah memastikan hasil pemeriksaan kesehatannya dalam kondisi normal.
Pemeriksaan ini juga menumbuhkan motivasi baru bagi para santri untuk memperbaiki gaya hidup sehari-hari, mulai dari menjaga pola tidur, mengonsumsi makanan bergizi, hingga menghindari kebiasaan jajan sembarangan.
Mematahkan Stigma dan Menjadi Contoh Pesantren Sehat
Ketua Pondok Pesantren Terpadu Khairul Ummah, Khairul Umam, menyambut baik terobosan lintas kementerian ini sebagai langkah strategis untuk mengangkat harkat martabat pesantren di tengah masyarakat.
Kegiatan ini dinilai ampuh dalam mematahkan stigma negatif mengenai lingkungan pesantren di kawasan padat, sekaligus menjadikannya role model komunitas pendidikan yang aman, bersih, dan sehat wal afiat.
Melalui sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan lembaga keagamaan, diharapkan layanan kesehatan afirmatif ini dapat terus rutin berjalan guna mewujudkan generasi santri yang sehat jasmani dan rohani.