Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
20 Februari 2026 | 15:28 WIB
Nasional

Doa Kamilin Setelah Tarawih: Pengertian dan Waktu Membacanya

Ilustrasi Doa Kamilin
Ilustrasi Doa Kamilin Setelah Tarawih. {SURAU.ID}

 

PROBOLINGGO (Surau.ID) — Umat Islam di Indonesia rutin membaca Doa Kamilin setelah melaksanakan salat tarawih pada bulan Ramadan sebagai penutup rangkaian ibadah malam di berbagai masjid.

Melalui doa ini, umat Islam memohon kepada Allah kesempurnaan iman serta keteguhan dalam menjalankan ibadah. Para ulama menamai doa tersebut dari kata “kamilin” pada kalimat pembukanya yang berarti “orang-orang yang sempurna.”

Dalam bukunya Misteri Kedua Belah Tangan dalam Shalat, Zikir, dan Doa, Badruddin Hasyim Subki menjelaskan bahwa Doa Kamilin memuat harapan agar seorang Muslim memperoleh keimanan yang utuh, mampu bersabar menghadapi ujian, serta meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Para ulama Nusantara juga meriwayatkan Doa Kamilin dalam berbagai kitab doa, salah satunya Majmu’ah Maqruat Yaumiyah wa Usbu’iyyah karya KH Muhammad bin Abdullah Faqih, pengasuh Pesantren Langitan, Tuban. Doa ini turut diijazahkan oleh sejumlah ulama besar, di antaranya Kiai Abdul Hadi, Kiai Ma’shum Lasem, Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki, dan Syekh Yasin bin Isa al-Fadani.

Meski tidak memiliki dalil khusus dari Al-Qur’an maupun hadis, umat Islam tetap mengamalkan Doa Kamilin sebagai tradisi baik yang diwariskan para ulama dan sarat makna spiritual.

Waktu Membaca Doa Kamilin

Jamaah umumnya membaca doa kamilin setelah menyelesaikan salat tarawih sesuai dengan praktik di masjid masing-masing. Jamaah yang melaksanakan 8 rakaat biasanya membaca doa setelah rakaat kedelapan, sedangkan jamaah yang menunaikan 20 rakaat membacanya setelah rakaat kedua puluh. Imam atau bilal memimpin pembacaan doa, lalu seluruh jamaah mengikuti secara bersama.

Karena tidak ada ketentuan baku yang mengikat, umat Islam dapat menyesuaikan dengan tradisi masjid masing-masing. Sebagian jamaah juga memilih membaca doa lain atau langsung pulang, dan hal tersebut tetap diperbolehkan.

Bacaan Doa Kamilin Lengkap

Berikut bacaan doa kamilin lengkap beserta transliterasi Latin dan artinya sebagaimana dirujuk dari MUI Digital:


اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allâhummaj’alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ’ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu’ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’i râdlîn. Wa lin na’mâ’i syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa ‘alâ sariirl karâmati qâ’idîn. Wa bi hûrun ‘in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha’âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka’sin min ma’în. Ma’al ladzîna an’amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj’alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su’adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj’alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma’în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara sholat, yang menunaikan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang teguh pada petunjuk-Mu, yang berpaling dari segala kebatilan, yang zuhud di dunia, yang rindu pada kehidupan akhirat, yang ridha atas segala ketentuan-Mu, yang senantiasa bersyukur atas nikmat, yang bersabar menghadapi musibah, yang berjalan di bawah panji Nabi Muhammad SAW pada hari kiamat, yang mendatangi telaga beliau, yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas singgasana kemuliaan, yang berpasangan dengan para bidadari, yang mengenakan beragam sutra halus, yang menikmati makanan surga, yang meminum susu dan madu murni dari gelas dan cawan yang mengalir, bersama orang-orang yang Engkau anugerahi nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang salih. Mereka adalah sebaik-baiknya teman. Itulah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah sebagai Dzat yang Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan penuh berkah ini termasuk golongan orang-orang yang berbahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Dzat yang paling pengasih di antara semua yang pengasih. Segala puji hanya milik Allah, Tuhan seluruh alam.”

Doa Pendek Setelah Tarawih

Selain membaca doa kamilin versi panjang, jamaah juga dapat memilih membaca doa singkat setelah tarawih karena mudah dihafal dan tetap memuat permohonan utama berupa keridhaan Allah, surga, serta ampunan bagi diri sendiri dan seluruh kaum muslimin.

Merujuk pada buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar karya Neni Nuraeni, bacaan doa pendek tersebut dicantumkan, dan jamaah kerap memilihnya karena ringkas tetapi tetap sarat makna.


اللهمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ اللهمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا وَوَالِدَيْنَا وَعَنْ جَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Allahumma innâ nas-aluka ridhâka wal jannata wa na’ûdzu bika min sakhathika wan nâri. Allahumma innaka ‘afuwwun karîmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annâ wa wâlidainâ wa ‘an jamî’il muslimîna wal muslimâti birahmatika yâ arhamar râhimîn.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keridhaan-Mu dan surga-Mu, serta kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mulia, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah kami, ampunilah kedua orang tua kami, serta seluruh kaum muslimin dan muslimat dengan kasih sayang-Mu, wahai Dzat yang paling penyayang.”

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id