PROBOLINGGO (Surau.ID) – Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo bersama Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten menggelar kegiatan monitoring, pembinaan pendampingan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) EMIS, sekaligus sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) terkait kriteria penerima insentif guru ngaji dan Madrasah Diniyah (Madin).
Kegiatan strategis ini bertempat di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Tongas pada Selasa pagi (18/08/2026).
Acara tersebut menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Operator PD Pontren Kemenag Ust. Sholehuddin, Ketua DPC FKDT Gus H. Ahmad Ubaidillah, serta Sekjend DPAC FKDT Tongas Ust. Subhan. Pertemuan ini dihadiri oleh puluhan pengelola Madin serta perwakilan guru ngaji dari kawasan setempat yang tampak antusias menyimak pemaparan.
Dalam sesi pendampingan, Ust. Sholehuddin menekankan pentingnya kerapian administrasi dan keakuratan data pada sistem EMIS. Menurutnya, BAP EMIS bukan sekadar formalitas, melainkan pijakan utama kelayakan lembaga dalam mengakses berbagai program pemerintah.
Sementara itu, pembahasan mengenai Perbup kriteria insentif guru ngaji dan Madin dipaparkan secara rinci agar penyaluran bantuan di lapangan dapat berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Ketua DPC FKDT Kabupaten, Gus H. Ahmad Ubaidillah, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam memperjuangkan kesejahteraan serta kejelasan status para pendidik keagamaan di tingkat tapak.
Menurutnya, kegiatan pembinaan dan sosialisasi ini sangat krusial agar tidak ada celah kesalahpahaman terkait syarat penerima insentif. Kami ingin memastikan seluruh proses verifikasi berjalan objektif dan adil.
“Di sisi lain, tertib data melalui pendampingan BAP EMIS ini adalah kunci utama agar keberadaan Madrasah Diniyah dan guru ngaji diakui secara utuh oleh negara, sehingga hak-hak serta kesejahteraan mereka dapat terus dikawal secara berkelanjutan,” tegasnya.
Ust. Subhan selaku Sekjend DPAC FKDT Tongas mengapresiasi tinggi antusiasme para peserta yang hadir.
Ia berharap hasil dari sosialisasi dan pendampingan ini bisa langsung diterapkan di lembaga masing-masing, sehingga berkas administrasi penerima insentif maupun pembaruan data EMIS di wilayah Tongas dapat rampung tanpa kendala berarti.