Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
21 April 2026 | 18:49 WIB
Nasional

DPR Nilai Prabowo Lagi Main Cantik di Tengah Panasnya Dunia

IMG
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Kemensetneg/Surau.ID).

 

JAKARTA (Surau.ID) – Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menilai langkah Presiden Prabowo Subianto yang aktif menjalin diplomasi global mencerminkan strategi “mendayung di antara dua karang” di tengah dinamika geopolitik dunia, Selasa (21/04/2026).

Menurut Utut, posisi Indonesia saat ini berada di jalur strategis karena mampu menjaga hubungan dengan berbagai kekuatan besar dunia, baik negara Barat maupun blok seperti BRICS.

“Kalau Bung Hatta terkenal ‘mendayung di antara dua karang’, nah ini sekarang ini benar-benar sedang kita jalani,” kata Utut dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Ia menjelaskan, langkah diplomasi tersebut juga berkaitan dengan keputusan Indonesia bergabung dalam BRICS yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Utut menyebut keikutsertaan Indonesia dalam BRICS bertujuan memperluas pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Bahwa kita masuk BRICS semata-mata untuk memperluas pasar ekonomi kita, untuk perkembangan, untuk growth,” ujarnya.

Ia menilai besarnya jumlah penduduk di negara-negara BRICS membuka peluang signifikan bagi produk Indonesia menembus pasar global.

“Kalau produk kita bisa masuk sana, potensi ekonomi kita tumbuh dahsyat,” kata dia.

Tetap Pegang Prinsip Bebas Aktif

Di sisi lain, Utut menegaskan Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dan tidak akan masuk ke dalam aliansi militer mana pun.

“Saya rasa pasti tidak, karena kita di Senayan juga bagian dari yang selalu menekankan bahwa kita tidak boleh masuk ke aliansi militer,” ujarnya.

Ia mengakui, strategi diplomasi yang menjangkau berbagai kekuatan global memang menimbulkan kekhawatiran dari sejumlah pihak.

Namun, menurut dia, hal tersebut merupakan konsekuensi dari pendekatan diplomasi yang fleksibel.

“Kalau ada kekhawatiran pasti, sampai seberapa jago atau sampai seberapa fleksibel kita masih bisa di antara dua karang itu,” ucapnya.

Utut juga menyinggung kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat di bidang pertahanan, termasuk penguatan kapasitas militer dan modernisasi alutsista.

“Ini kalau ini data dari beliau, pendidikan militer profesional jadi akan ada perluasan akses program IMET, International Military Education and Training,” katanya.

Ia menambahkan kerja sama tersebut juga mencakup peningkatan interoperabilitas melalui latihan bersama seperti Super Garuda Shield.

“Dari itu semua kita akan memperoleh peace through strength,” ujar Utut.

Menurut dia, dinamika hubungan internasional yang disertai ketegangan merupakan hal yang wajar.

“Kalau ada ketegangan yang baru termasuk yang tadi di-state, itu biasa,” katanya.

Utut menegaskan, langkah diplomasi Presiden Prabowo pada akhirnya bertujuan memperkuat posisi Indonesia di panggung global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id