SURABAYA (Surau.ID) – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur mendorong optimalisasi program Millennial Job Center (MJC) untuk memperkuat daya saing pasar tradisional pada Rabu (14/10/2026).
Langkah tersebut ditujukan untuk membuka peluang kerja berbayar bagi generasi muda di tengah melesatnya angka pemutusan hubungan kerja di wilayah Jawa Timur.
Pengembangan program diharapkan tidak berhenti pada pelatihan keterampilan semata, melainkan mampu menghubungkan talenta muda dengan kebutuhan konkret para pelaku usaha rakyat.
Sinergi Pendampingan Digital dan Penguatan Pasar Rakyat
Skema MJC Pasar Rakyat dirancang melibatkan pemuda dalam pembuatan katalog digital, pengelolaan media sosial usaha, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana.
Pendampingan intensif ini bertujuan membantu pedagang tradisional menghadapi persaingan perdagangan daring sekaligus memberikan portofolio dan penghasilan layak bagi talenta muda.
Usulan Skenario Pilot Project dan Evaluasi Kinerja
Pemerintah Provinsi Jawa Timur didorong membuat proyek percontohan yang melibatkan kolaborasi lintas dinas serta paguyuban pedagang pasar di daerah.
“Yang ingin kita dorong adalah program yang manfaatnya dirasakan kedua belah pihak. Pedagang memperoleh dukungan untuk mengembangkan usaha, sedangkan generasi muda mendapatkan kesempatan kerja dan penghasilan,” ujar Indriani Yulia Mariska, Anggota Komisi E DPRD Jatim.
Komitmen menghadirkan pekerjaan nyata menjadi kunci utama pemulihan ekonomi kerakyatan serta pemberdayaan pemuda yang berkelanjutan.