SEMARANG (Surau.ID) – Mahasiswa UIN Walisongo Semarang mengikuti program penguatan moderasi beragama melalui dialog langsung bersama tokoh agama Buddha di Vihara Mahabodhi Buddhist Centre Semarang pada Minggu (11/10/2026).
Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan bersama Balai Litbang Agama Semarang tersebut bertujuan memperluas pemahaman toleransi lintas iman secara aplikatif dalam kehidupan bermasyarakat.
Interaksi tatap muka dipandang strategis untuk membangun rasa saling percaya serta meruntuhkan sekat prasangka di tengah arus informasi digital yang dinamis.
Penguatan Moderasi Beragama Melalui Perjumpaan Langsung
Dialog interaktif menghadirkan dialog inklusif mengenai pentingnya keterbukaan dan kerja sama antarumat beragama dalam ranah sosial kemasyarakatan.
Pengalaman empiris kehidupan berdampingan secara damai di berbagai daerah menjadi rujukan nyata pentingnya merawat kerukunan nasional secara berkelanjutan.
Pentingnya Sikap Kritis dan Silaturahmi Nyata
Generasi muda didorong mengembangkan pola pikir kritis dalam menyaring informasi digital serta menjaga kebiasaan bersilaturahmi secara langsung.
“Dengan demikian, toleransi tidak hanya menjadi sebuah pemahaman, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan masyarakat maupun di ruang digital,” ujar Nyanasuryanadi, Tokoh Agama Buddha.
Keindahan toleransi sejati tumbuh dari kesediaan untuk duduk bersama, mendengarkan, dan saling menghargai perbedaan.