JAKARTA (Surau.ID) — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan akan menindak tegas pelaksanaan yang menyimpang dalam program prioritas Presiden Prabowo Subianto, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.
Dalam pembukaan Kongres VII Persatuan Intelijensi Kristen Indonesia (PIKI) di Jakarta, Kamis (30/4), Dudung mengatakan Kantor Staf Presiden memiliki tanggung jawab mengawasi pelaksanaan program pemerintah sekaligus menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah pusat.
“Termasuk program prioritas nasional dan program unggulan nasional, program unggulan Bapak Presiden seperti MBG, Sekolah Rakyat dan sebagainya,” ujar Dudung dalam pembukaan Kongres VII PIKI di Jakarta, Kamis (30/4).
Dudung juga menegaskan tidak akan membiarkan penyimpangan terjadi di lapangan. “Kalau tidak benar pelaksanaan di lapangan, akan saya babat nanti,” tegasnya.
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu juga menekankan pentingnya wawasan kebangsaan sebagai fondasi ketahanan nasional. Menurut dia, situasi global yang terus diwarnai konflik akibat perbedaan suku, agama, dan kepentingan politik menjadi pengingat bagi Indonesia untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Dudung menilai bangsa Indonesia harus terus memperkuat kesadaran kebangsaan karena negara ini berdiri di atas banyak perbedaan, mulai dari suku, golongan, hingga agama. Ia menyebut persatuan nasional menjadi kunci agar Indonesia tetap kokoh menghadapi tantangan global.
Selain itu, Dudung mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap maraknya konten media sosial yang bernada provokatif dan menyebarkan informasi menyesatkan. Menurut dia, informasi yang terus diulang dapat memengaruhi opini publik hingga dianggap sebagai kebenaran.
“Oleh karenanya, mari mata dan telinga kita pasang untuk tetap mendengar, tetap melihat, tetapi kepada hal-hal yang positif. Tidak kemudian terbawa dengan informasi-informasi yang menyesatkan,” pungkas Dudung.