BOGOR (Surau.ID) – Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama tahun 2026, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, mengimbau seluruh pengurus dan kader di tingkat akar rumput untuk tetap menjaga soliditas organisasi.
Ketua MWCNU Parungpanjang, Ahmad Suaidi, menegaskan bahwa meskipun dinamika menjelang forum tertinggi organisasi adalah hal wajar, perbedaan pandangan tidak boleh merusak persatuan.
“Sebagai pengurus di tingkat MWC, kita harus memandang dinamika ini dengan penuh hikmah, kedewasaan, dan ketenangan,” ujar Ahmad Suaidi, Selasa (23/06/2026).
Ia menekankan prinsip dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih (menolak kerusakan harus didahulukan daripada mengambil kemaslahatan) dalam merespons dinamika yang ada.
Fokus Pada Program Keumatan
Menurut Suaidi, fokus utama pengurus di tingkat MWC seharusnya adalah keberlanjutan program pelayanan umat di wilayah masing-masing, bukan terjebak dalam gesekan kepentingan pusat. Beberapa program prioritas yang harus terus dikawal meliputi:
Khidmah Adalah Prioritas Utama
Suaidi mengingatkan bahwa kekuatan utama Nahdlatul Ulama bersumber dari kokohnya organisasi di tingkat ranting dan MWC. Kepemimpinan dalam organisasi bisa berganti melalui muktamar, namun khidmah kepada umat harus tetap menjadi prioritas utama yang abadi.
Ia pun mengajak seluruh pengurus MWCNU se-Kabupaten Bogor dan Jawa Barat untuk tetap istiqamah menjaga ukhuwah nahdliyyah serta memperkuat konsolidasi internal tanpa teralihkan oleh dinamika politik organisasi.