Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
15 Maret 2026 | 15:03 WIB
Inspirasi

Nun Alba Ingatkan Soal Banjir: Kerusakan Alam Akibat Tangan Manusia

IMG
Nun Ahsan Habibifillah (Foto: Tangkapan layar/YouTube PZH Genggong).

 

PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pengajian Ramadan yang diasuh oleh Nun Ahsan Habibifillah atau yang akrab disapa Nun Alba mengkaji kitab Hubbu An-Nabi dengan pembahasan yang tidak hanya menyoroti kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mengaitkannya dengan kondisi sosial yang terjadi di masyarakat.

Dalam pengajian tersebut, Nun Alba menyinggung maraknya banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, banjir terjadi hampir di banyak daerah seperti Paiton, Kraksaan, Alas Tengah, hingga Krejengan.

“Banjir di mana-mana. Paiton banjir, Kraksaan banjir, Alas Tengah banjir, Krejengan banjir. Opo-opo banjir, Rangkang banjir. Tadi malam banjir semua,” ujar Nun Alba, salah satu pengasuh dan putra dari KH. Moh. Hasan Mutawakkil ‘Alallah Pondok Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong.

Nun Alba menjelaskan bahwa musibah yang terjadi di tengah masyarakat tidak lepas dari perilaku manusia terhadap lingkungan. Hal itu, menurutnya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an melalui ayat ẓaharal-fasādu fil-barri wal-baḥri bimā kasabat aidin-nāsi liyużīqahum ba’ḍallażī ‘amilụ la’allahum yarji’ụn, yang berarti kerusakan di darat dan laut terjadi karena ulah tangan manusia.

Menurutnya, banyak kerusakan alam terjadi akibat tindakan manusia sendiri, seperti penebangan pohon secara sembarangan, penyempitan jalan dan selokan, serta kebiasaan membuang sampah tidak pada tempatnya.

“Pohon-pohon ditebang, jalan dipersempit, selokan dipersempit. Sampah dibuang sembarangan hingga menutup celah aliran sungai dan air. Akhirnya banjir,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dampak dari kerusakan lingkungan tersebut akhirnya dirasakan oleh masyarakat sendiri.

“Al-Muslim akhul Muslim. Saudara-saudara kita sendiri yang akhirnya terkena banjir,” tuturnya.

Di akhir pengajian, Nun Alba berharap kondisi tersebut tidak terus berlanjut dan masyarakat dapat mengambil pelajaran dari berbagai musibah yang terjadi.

“Tidak tahu sekarang ini bagaimana keadaannya. Mudah-mudahan tidak (terjadi lagi),” pungkasnya.

Pengajian Ramadan ini diselenggarakan setiap hari selama bulan Ramadan mulai pukul 18.00 WIB (ba’da Maghrib) hingga selesai. Kegiatan tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi PZH Genggong sehingga dapat diikuti oleh jamaah yang tidak hadir secara langsung

Penulis: Nurkhaliq BR
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id