JAKARTA (Surau.ID) – Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menilai Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026 berhasil memenuhi dua indikator utama. Panitia mencatat keberhasilan dari sisi penyelenggaraan sekaligus hasil-hasil yang lahir dari forum tersebut.
“Yang pertama adalah sukses penyelenggaraan. Yang kedua, sukses hasil-hasilnya,” katanya dalam jumpa pers di lobi Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).
Menurut Gus Ipul, panitia berhasil menjalankan seluruh tahapan Muktamar sesuai rencana. PBNU mengatur proses persiapan melalui rapat-rapat internal, mulai dari membentuk kepanitiaan, menyusun agenda, menyiapkan pembiayaan, hingga menetapkan lokasi pelaksanaan.
“Alhamdulillah secara umum bisa berjalan dengan baik dan perlu ditegaskan di sini proses Muktamar ini semua dilakukan melalui rapat-rapat yang ada di tingkat PBNU,” katanya.
Panitia juga memastikan agenda Muktamar berjalan dengan dukungan fasilitas, tata kelola, dan pembiayaan yang memadai. Gus Ipul menilai seluruh rangkaian kegiatan dapat diselesaikan sesuai jadwal.
“Alhamdulillah, telah selesai Muktamar berjalan dengan baik,” katanya.
Selain kelancaran teknis, Gus Ipul menyoroti proses persidangan yang memberi ruang kepada peserta untuk menyampaikan pandangan. Ia menilai Muktamar berjalan secara demokratis karena panitia memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti dan menyampaikan pendapat dalam forum.
“Juga yang paling penting tepat waktu. Semuanya dilewati dengan tepat waktu,” katanya.
Kolaborasi Panitia dan Tuan Rumah
Gus Ipul menyebut kerja sama antara berbagai unsur menjadi salah satu faktor penting di balik kelancaran Muktamar ke-35 NU. Panitia OC bekerja bersama PWNU Jawa Timur, PCNU Jombang, serta panitia lokal (Panlok) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai tuan rumah.
“Kolaborasi yang baik itulah sehingga bisa memanfaatkan waktu 50 hari secara efektif,” katanya.
Kerja sama tersebut memungkinkan panitia menyiapkan berbagai kebutuhan Muktamar dalam waktu relatif singkat. Panitia juga memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan kegiatan, termasuk teknologi chip dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Untuk itu perlu kami sampaikan, Bapak Ibu sekalian, tidak ada yang dilewati dalam penyelenggaraan Muktamar kali ini,” katanya.
Dari aspek kepesertaan, Gus Ipul memastikan panitia mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan. Panitia memproses peserta melalui beberapa tahapan, mulai dari penerbitan surat keputusan (SK), penyusunan daftar peserta sementara (DPS), hingga penetapan daftar peserta tetap (DPT).
Ia menegaskan proses tersebut berlangsung sesuai ketentuan organisasi.
“Sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Pesertanya juga tidak ada susupan,” terangnya.