KRAKSAAN (Surau.ID) – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan menggelar Lokakarya Manajemen Organisasi Seni Budaya pada Sabtu siang. Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini berlangsung khidmat di Aula PCNU Kraksaan, mempertemukan para penggiat seni dan kader kultural NU guna memperkuat tata kelola organisasi berbasis kebudayaan.
Wakil Ketua Lesbumi PCNU Kraksaan, MH Basuni, dalam sambutannya memaparkan kembali rekam jejak historis lembaga ini.
Ia mengingatkan bahwa Lesbumi lahir pada tahun 1962 di Jakarta sebagai respons konkret terhadap situasi politik dan dinamika kebudayaan pada masa-masa awal kemerdekaan Indonesia.
Menurut Basuni, Lesbumi memegang peran strategis dalam perjalanan kebudayaan Islam Nusantara. Lembaga ini menjadi jembatan yang menjaga keharmonisan antara nilai-nilai agama, tradisi lokal, dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Bagi kalangan Nahdlatul Ulama, budaya bukan sekadar sarana hiburan semata, melainkan instrumen dakwah yang efektif, media pendidikan sosial, serta pilar utama dalam pembentukan karakter masyarakat,” ujarnya.
Dalam perkembangannya, salah satu peran utama Lesbumi adalah membentengi tradisi lokal yang tumbuh subur di tengah masyarakat Nahdliyin. Banyak tradisi keagamaan di Indonesia lahir dari proses akulturasi yang indah antara Islam dan budaya Nusantara.
“Lesbumi berkomitmen memastikan bahwa kekayaan kultural tersebut tidak tergerus oleh derasnya arus modernisasi maupun penetrasi budaya luar,” ujarnya
Melalui lokakarya ini, ditegaskan kembali bahwa pendekatan kebudayaan terbukti menjadi metode dakwah yang lebih lembut, inklusif, dan membumi.
Dakwah NU tidak kaku dan tidak selalu lewat mimbar formal, melainkan membaur melalui seni pertunjukan, sastra, musik, film, hingga teater rakyat.
Pola pendekatan inilah yang membentuk karakter dakwah NU yang moderat, toleran, dan senantiasa menghargai kearifan lokal (local wisdom).
Sebagai kompas gerakan, Lesbumi memiliki pedoman perjuangan kebudayaan yang kokoh, yakni Saptawikrama Lesbumi. Tujuh langkah perjuangan ini menjadi landasan utama bagi para pengurus dan kader dalam membangun serta mengembangkan seni budaya yang bersendikan nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, semangat kebangsaan, dan kemanusiaan.