JAKARTA (Surau.ID) – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Eastern Economic Forum ke-11 di Vladivostok, Rusia, guna membahas kerja sama strategis sektor pertanian hingga perkapalan pada Kamis, 3 September 2026.
Kunjungan kenegaraan tersebut menghasilkan kesepakatan studi bersama untuk perluasan investasi Pupuk Indonesia serta penawaran teknologi kapal pengolah perikanan dari Rusia.
Langkah ekspansi global ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan bahan baku industri nasional sekaligus mengoptimalkan potensi pasar internasional di kawasan Pasifik.
Penjajakan Investasi Pabrik Pupuk Urea
Melalui penandatanganan kesepakatan studi bersama, Pupuk Indonesia bersiap membangun pabrik pupuk urea di kawasan strategis Vladivostok untuk memperkuat jangkauan pasar.
Kawasan tersebut dinilai sangat menguntungkan secara geografis karena berhadapan langsung dengan wilayah Pasifik yang selama ini menjadi target pasar utama produk nasional.
Tawaran Kapal Canggih dan Ratifikasi Dagang
Dalam pertemuan bilateral, Presiden Vladimir Putin secara khusus menawarkan kapal nelayan modern sepanjang 102 meter untuk mendukung pengolahan langsung hasil perikanan Indonesia.
“Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir, untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita,” ujar Rosan P. Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Kemitraan strategis ini diharapkan makin solid seiring rencana ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan kawasan Eurasia.