PROBOLINGGO (Surau.ID) – Yayasan Tarbiyatul Islam (YTI) Walisongo, Banyuanyar Tengah, sukses menggelar acara Rapotan pada Sabtu (4/7/2026). Bertempat di halaman MTs Sunan Kalijaga, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perhelatan akbar Haflatul Imtihan YTI Walisongo yang ke-63 sekaligus wisuda ke-29.
Acara yang berlangsung khidmat dan meriah tersebut dihadiri oleh ratusan wali murid, tokoh masyarakat, serta menghadirkan Habib Ja’far bin Abu Bakar Al-Muhdor yang memberikan mauidhotul hasanah (ceramah agama) bagi para hadirin.
Dalam sambutannya, Ketua YTI Walisongo, KH. Ahmad Ubaidillah, mengungkapkan rasa bahagia dan apresiasi yang mendalam atas tingginya antusiasme para wali murid yang hadir.
Menurutnya, kehadiran para orang tua merupakan bukti nyata dari kepedulian mereka terhadap masa depan pendidikan putra-putrinya.
Sebagai bentuk akuntabilitas publik, Gus Ubed sapaan akrabnya, memanfaatkan momentum ini untuk memaparkan laporan transparansi keuangan Haflatul Imtihan serta publikasi dokumentasi kegiatan.
“Ini adalah bentuk keterbukaan yayasan kepada seluruh wali murid. Kami berharap apa yang telah dihimpun dan dikelola ini benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan serta kepentingan siswa-siswi kita,” ujarnya.
Beliau juga mengimbau agar para wali murid tetap mengikuti jalannya acara hingga selesai, khususnya saat sesi pentas seni anak-anak. Dukungan penuh dari orang tua dinilai menjadi suntikan semangat bagi para siswa yang telah berlatih keras.
Lebih lanjut, Gus Ubed memberikan pesan mendalam kepada seluruh warga YTI Walisongo untuk bersama-sama menjaga marwah dan nama baik lembaga. Beliau menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai agama, norma, dan budaya.
“Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai Islami, seperti hiburan yang berlebihan atau joget yang tidak pantas hingga viral dan mencoreng nama baik yayasan. Kita ingin Haflatul Imtihan ini menjadi momen yang penuh kebahagiaan, edukatif, Islami, serta bersih dari perilaku negatif. Mari kita jadikan ini sebagai ajang menampilkan kreativitas, prestasi, dan akhlakul karimah anak-anak kita,” tegasnya.
Sementara itu, Habib Ja’far bin Abu Bakar Al-Muhdor dalam ceramahnya menyampaikan pesan penting mengenai kunci sukses mendidik anak agar menjadi ahli ilmu.
Beliau menjelaskan bahwa keberkahan ilmu erat kaitannya dengan cara orang tua menghormati para pencari dan pemilik ilmu itu sendiri.
“Jika ingin memiliki anak yang menjadi ahli ilmu, maka orang tua hendaknya gemar nyabis atau sowan kepada para ulama, serta mencintai, menghormati, dan memuliakan orang-orang yang berilmu. Sebab, keberkahan ilmu sering kali mengalir kepada keluarga yang memuliakan ahli ilmu,” tuturnya.
Beliau juga mengingatkan hakikat kedudukan manusia di hadapan Allah SWT. Menurutnya, akal dan ilmulah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya.
”Jika manusia kehilangan ilmu atau tidak mengamalkannya, maka ia bisa terjerumus ke dalam keburukan yang sangat rendah,” ucapnya.
Di akhir ceramahnya, Habib Ja’far mengutip pesan para ulama terdahulu mengenai pengendalian hawa nafsu, terutama nafsu makan dan syahwat.
“Apabila seseorang mampu mengendalikan hawa nafsunya, maka sifatnya akan mendekati sifat para malaikat. Sebaliknya, jika nafsu mengalahkan akal dan hati, manusia bisa menyerupai hewan. Ilmu adalah cahaya pembimbing. Maka teruslah belajar, hormati guru dan ulama, serta amalkan ilmu dengan ikhlas agar hidup berkah,” pungkasnya.
Acara rapotan dan haflatul imtihan ini ditutup dengan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam serta semangat baru bagi seluruh wali murid dan santri YTI Walisongo untuk menyongsong tahun ajaran berikutnya.