Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
02 Juni 2026 | 14:06 WIB
Nasional

Hari Lahir Pancasila: Menjadikan Nilai Luhur Sebagai Jangkar Moral Bangsa

IMG_015
Wamenhut Rohmat Marzuki Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila (Foto: Surau.ID/Dok. Menteri Kehutanan).

 

JAKARTA (Surau.ID) – Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 di lingkungan Kementerian Kehutanan berlangsung penuh khidmat. Bertempat di Plaza Ir. Soedjono Soerjo, Jakarta, upacara bendera tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut), Rohmat Marzuki, yang hadir sebagai inspektur upacara. Dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia,” momentum ini tidak sekadar menjadi ritual seremonial, melainkan panggilan jiwa untuk merefleksikan kembali peran Pancasila dalam denyut nadi kehidupan berbangsa.

 

Pancasila sebagai Bintang Penuntun

Dalam amanat yang dibacakan, Rohmat Marzuki menegaskan bahwa Pancasila adalah jangkar moral yang menjaga Indonesia tetap kokoh di tengah arus dinamika dunia yang penuh ketidakpastian. Dengan kekayaan lebih dari 17 ribu pulau dan keberagaman etnik yang luar biasa, Indonesia merupakan bukti nyata bahwa perbedaan dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan yang kuat.

“Pancasila adalah jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai dinamika dunia. Kita membuktikan bahwa di tengah kemajemukan, Indonesia mampu berdiri tegak sebagai bangsa yang bersatu, religius, dan menjunjung tinggi kemanusiaan,” ujar Rohmat.

Lebih jauh, pidato tersebut menyoroti tanggung jawab konstitusional Indonesia dalam mewujudkan ketertiban dunia. Semangat musyawarah dan mufakat yang menjadi karakter bangsa dianggap sangat relevan sebagai jembatan dialog untuk mengatasi konflik di tingkat global. Hal ini dibuktikan melalui konsistensi Indonesia dalam misi perdamaian dunia di bawah naungan PBB serta keberpihakan pada nilai-nilai keadilan sosial bagi bangsa-bangsa yang masih terbelenggu ketidakadilan.

 

Mengamalkan Pancasila dalam Sektor Kehutanan

Bagi jajaran Kementerian Kehutanan, Pancasila tidak boleh berhenti pada tataran teks atau retorika. Rohmat mengajak seluruh pegawai untuk menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap kebijakan dan pengabdian nyata. Pengelolaan hutan yang berkelanjutan bukan hanya soal teknis, melainkan perwujudan dari rasa syukur atas anugerah Tuhan dan tanggung jawab untuk menjaga kelangsungan hidup generasi mendatang.

Keberpihakan pada masyarakat sekitar hutan, pemerataan manfaat sumber daya alam, serta perlindungan lingkungan hidup adalah bentuk nyata implementasi sila-sila dalam Pancasila. “Nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam setiap kebijakan pembangunan. Pembangunan yang berkeadilan adalah ruh dari pengabdian kita di sektor kehutanan ini,” tegasnya.

Di tengah tantangan global, Rohmat juga mengingatkan pentingnya menjaga harmoni sosial. Seluruh elemen bangsa diajak untuk tetap waspada dan menolak segala bentuk intoleransi maupun radikalisme yang dapat mengoyak persatuan nasional.

Menutup amanatnya, sebuah kalimat menggugah disampaikan untuk menyemangati para peserta upacara: “Selama darah Indonesia masih mengalir dalam tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa.” Peringatan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga persatuan adalah modal utama dalam mewujudkan cita-cita bangsa yang maju, adil, dan sejahtera.

Penulis: Misbahul A
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id