Jakarta (Surau.ID) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan pentingnya semangat kebersamaan berjamaah dan berbangsa Indonesia dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama yang digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa momentum satu abad NU menjadi ajang strategis untuk kembali menguatkan soliditas internal organisasi sekaligus memperkokoh solidaritas kebangsaan di tengah beragam tantangan yang dihadapi bangsa.
“Alhamdulillah, seluruh persiapan telah rampung. Seluruh jajaran PBNU akan hadir dan terlibat sebagai partisipan,” ujar KH Yahya Cholil Staquf.

Ia menuturkan, semangat kebersamaan berjamaah memiliki arti penting seiring dinamika internal PBNU yang kini telah berakhir dengan suasana kondusif.
“Kebersamaan berbangsa juga relevan dengan kondisi nasional pascabencana yang melanda sejumlah daerah sejak akhir November 2025 dan berdampak pada ratusan ribu warga,” ucapnya.
Dalam peringatan Harlah ke-100 NU tersebut, PBNU turut mengundang Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, serta para duta besar negara sahabat.