Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
31 Mei 2026 | 10:15 WIB
Nasional

Ini Makna Hari Waisak Bagi Ummat Buddha

IMG
Hari Raya Waisak (Ilustrasi: Surau.ID/AI).

 

JAKARTA (Surau.ID) – Hari Raya Waisak menjadi momentum penting bagi umat Buddha untuk mengenang tiga peristiwa utama dalam kehidupan Buddha Gautama sekaligus memperkuat praktik kebajikan, refleksi diri, dan penghayatan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

Perayaan yang dikenal sebagai Trisuci Waisak ini diperingati setiap tahun saat bulan purnama pada bulan Mei sesuai kalender Buddhis. Istilah Waisak berasal dari kata Vesakha dalam bahasa Pali atau Vaisakha dalam bahasa Sanskerta yang merujuk pada nama bulan dalam kalender tersebut.

Bagi umat Buddha, Waisak tidak hanya dimaknai sebagai hari besar keagamaan. Perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk memperdalam kesadaran batin, menumbuhkan kasih sayang, serta memperkuat hubungan harmonis dengan sesama makhluk hidup.

Tiga Peristiwa Suci

Makna pertama yang diperingati dalam Waisak adalah kelahiran Pangeran Siddharta Gautama di Taman Lumbini. Peristiwa itu menandai awal perjalanan seorang pangeran yang kemudian meninggalkan kemewahan istana demi mencari jalan keluar dari penderitaan manusia.

Kisah Siddharta Gautama dipandang sebagai teladan tentang kepedulian, pengorbanan, dan pencarian kebenaran. Dari perjalanan hidupnya, umat Buddha belajar untuk memahami makna kehidupan secara lebih mendalam.

Peristiwa kedua adalah tercapainya Penerangan Sempurna ketika Siddharta bermeditasi di bawah pohon Bodhi. Sejak saat itu, beliau dikenal sebagai Buddha setelah berhasil membebaskan diri dari keserakahan, kebencian, dan kebodohan batin.

Momen tersebut menjadi sumber inspirasi bagi umat Buddha untuk terus melatih kesabaran, mengendalikan diri, serta menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran. Ajaran itu menegaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Peristiwa ketiga yang diperingati adalah Maha Parinibbana atau wafatnya Buddha Gautama. Peristiwa ini mengingatkan bahwa seluruh kehidupan bersifat tidak kekal sehingga manusia didorong untuk memanfaatkan waktu dengan bijaksana dan memperbanyak perbuatan baik.

Dalam praktiknya, peringatan Waisak diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti puja bakti, meditasi, dan doa bersama di vihara. Umat Buddha juga kerap mengadakan kegiatan sosial, mulai dari donor darah, berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan, hingga aksi menjaga kebersihan lingkungan.

Di Indonesia, perayaan Waisak terbesar biasanya berlangsung di Candi Borobudur, Candi Borobudur. Ribuan umat Buddha berkumpul untuk mengikuti rangkaian ibadah, kirab Waisak, meditasi, hingga pelepasan lampion yang melambangkan harapan dan kedamaian.

Melalui peringatan ini, umat Buddha diajak untuk mengamalkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, tidak menyakiti makhluk hidup, tidak mengambil hak orang lain, serta menjauhi berbagai perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun sesama.

Penulis: Nurkhaliq BR
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id