LAMONGAN (Surau.ID) – Sebanyak 12 kader Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Lamongan menuntaskan Madrasah Kader yang diselenggarakan oleh ISNU Jawa Timur di Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) pada 26–28 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kader dalam menghadapi dinamika organisasi serta tantangan zaman yang semakin kompleks melalui serangkaian pembekalan mendalam dari para ahli.
Delegasi PC ISNU Lamongan tersebut mendapatkan berbagai materi esensial, mulai dari ideologi Aswaja An-Nahdliyah, kepemimpinan transformatif, hingga wawasan geopolitik, literasi media, dan penguatan ekonomi syariah bagi kemandirian umat.
Penguatan Kapasitas dan Militansi Kader
Materi yang disampaikan oleh narasumber dari Pimpinan Pusat (PP) ISNU dan Pimpinan Wilayah (PW) ISNU Jawa Timur bertujuan membekali kader dengan strategi organisasi yang adaptif serta relevan di era disrupsi informasi.
Ketua PC ISNU Lamongan, Muhammad Hafidh Nashrullah, menyatakan bahwa melalui pelatihan ini, pihaknya berharap lahir kader militan yang mampu menghidupkan program kerja hingga ke tingkat MWCNU dan ranting.
Strategi Gerakan ke Akar Rumput
Usai mengikuti pelatihan, para alumni Madrasah Kader ditargetkan segera turun ke akar rumput untuk mengawal program strategis, termasuk penguatan jaringan sarjana, pendampingan UMKM syariah, serta literasi digital bagi warga Nahdliyin.
“Kami tidak ingin ISNU hanya jadi organisasi di tingkat kabupaten, melalui Madrasah Kader ini, kami berharap lahir kader-kader yang militan, berilmu, dan mampu menghidupkan pengajian, diskusi, serta program ekonomi di tingkat MWCNU dan ranting,” ujar Muhammad Hafidh Nashrullah, Ketua PC ISNU Lamongan.
Langkah ini merupakan upaya nyata ISNU Lamongan dalam mencetak nakhoda baru yang siap bekerja secara kolaboratif guna memperluas jangkauan manfaat organisasi bagi masyarakat luas hingga ke tingkat paling bawah.