Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
24 Juli 2026 | 20:33 WIB
Daerah

JMSI Bondowoso Bersama Pemkab dan DPRD Kampanyekan Bermain Tanpa Gadget

IMG 20260724 WA0019

 

BONDOWOSO (Surau.ID) – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Cabang Bondowoso bersama Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan DPRD Bondowoso menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di TK Negeri Pembina Bondowoso, Kamis (23/7/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi ajang mengampanyekan pentingnya mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget melalui permainan tradisional yang sarat nilai edukasi.

Mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dengan subtema “Ayo Bermain Tanpa Gadget”, kegiatan diawali dengan edukasi parenting oleh Dinas Sosial P3AKB Bondowoso. Orang tua diajak memahami pentingnya pola asuh yang seimbang di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Usai sesi edukasi, sekitar 100 siswa taman kanak-kanak mengikuti berbagai permainan tradisional seperti lompat tali, engklek, dan dakon. Suasana penuh tawa dan semangat tampak menghiasi halaman TK Negeri Pembina saat anak-anak bermain bersama teman-temannya.

Ketua JMSI Bondowoso, Bahrullah, mengatakan perkembangan teknologi memang tidak dapat dihindari. 

Namun, menurutnya, orang tua harus mampu menghadirkan aktivitas yang lebih positif agar anak tidak bergantung pada penggunaan gadget.

“Perkembangan teknologi memang tidak bisa kita nafikan. Namun, banyak cara mengasuh anak yang tidak bergantung pada gadget. Sekarang anak menangis sedikit langsung diberikan HP. Padahal, kita bisa mengajak mereka bermain permainan tradisional seperti lompat tali, engklek maupun dakon,” katanya.

Baginya, insan pers juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menghadirkan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung perlindungan dan pemenuhan hak anak.

“Kami selaku insan pers berkewajiban menyajikan pemberitaan yang positif, edukatif, dan ramah anak. Kami berharap Hari Anak Nasional menjadi refleksi bagi kita semua sebagai orang tua untuk terus memperbaiki pola pengasuhan anak,” ujarnya.

Selain menghidupkan kembali permainan tradisional, kegiatan tersebut juga menjadi ruang interaksi antara anak, orang tua, dan para pendidik. Setiap peserta yang mengikuti permainan memperoleh hadiah berupa perlengkapan sekolah sebagai bentuk apresiasi.

Wakil Ketua III DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyampaikan bahwa anak usia dini merupakan masa emas yang harus diisi dengan kegiatan positif. 

Menurutnya, permainan tradisional memiliki filosofi yang mampu membentuk karakter, kedisiplinan, hingga semangat kebersamaan.

“Anak usia dini adalah usia emas, jangan terpengaruh sesuatu yang buruk. Orang tua jadi contoh terbaik bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya. Sekarang adalah momentum Hari Anak Nasional karena banyak warisan leluhur kita yang positif mulai ditinggalkan karena pengaruh teknologi. Ayo kembali ke permainan tradisional karena permainan tradisional memiliki filosofi masing-masing,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak menghilangkan jati diri bangsa. 

Penggunaan gadget, lanjutnya, oleh anak perlu mendapat perhatian serius agar tidak mengikis nilai gotong royong dan budaya yang diwariskan para leluhur.

“Jika berbicara gadget, di negara asalnya saja sudah dibatasi secara usia yang bisa memegang gadget. Anak Indonesia jangan dirugikan oleh teknologi yang menggerus nilai leluhur kita terutama nilai gotong royong. Kita jangan lupa dan terbuai dengan kemajuan teknologi,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan Bunda PAUD Kabupaten Bondowoso, Zakiyatul Fakhiroh As’ad, turut berbaur bersama anak-anak dengan mencoba permainan engklek. 

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai upaya menghadirkan ruang bermain yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan lancar. Harapan ke depan semoga anak didik kita dapat tumbuh sesuai dengan cita-cita yang mereka impikan,” katanya.

Melalui kolaborasi antara JMSI Bondowoso, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, DPRD Bondowoso, dan berbagai pemangku kepentingan, peringatan Hari Anak Nasional 2026 diharapkan menjadi gerakan bersama untuk membangun pola pengasuhan yang lebih berkualitas, memperkuat karakter anak, serta menumbuhkan kecintaan terhadap permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id