Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
19 Juni 2026 | 23:02 WIB
Nasional

Kemenag Luruskan Narasi Pemotongan Pernyataan Menag Soal Firaun

IMG 14
Menag Nasaruddin Umar meluruskan narasi soal Firaun (Foto: Surau.ID/Ist).

 

JAKARTA (Surau.ID) – Kementerian Agama meluruskan narasi insinuatif terkait pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar mengenai kisah Nabi Musa dan Firaun yang dinilai telah disalahartikan oleh berbagai pihak pada Jumat, 19 Juni 2026.

Sekjen Kemenag, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa Menag tidak memiliki niat untuk menyamakan pemerintah dengan sosok Firaun, melainkan hanya menekankan pentingnya mengedepankan etika dan akhlakul karimah saat menyampaikan aspirasi kepada siapa pun.

Klarifikasi ini muncul setelah beredar potongan rekaman pernyataan Nasaruddin yang tidak utuh di media sosial, yang memicu interpretasi keliru di masyarakat dan dianggap berpotensi memancing kesalahpahaman serta memecah belah persatuan bangsa.

Etika Menyampaikan Aspirasi dalam Pandangan Agama

Menag Nasaruddin Umar dalam pernyataannya merujuk pada kisah Nabi Musa dan Nabi Harun yang diperintahkan untuk tetap santun saat memberi nasihat kepada Firaun, sosok yang dikenal zalim. Pesan moral utamanya adalah jika kepada Firaun saja harus santun, maka sudah semestinya kesantunan lebih dikedepankan kepada sesama mukmin.

Pihak Kemenag sangat menyayangkan adanya praktik pemotongan kalimat yang menghilangkan frasa krusial, “apalagi kalau orang itu bukan Firaun”, sehingga pesan asli yang ingin disampaikan Menag tentang ajakan menjaga tutur kata justru bergeser menjadi tuduhan insinuatif.

Ajakan Menjaga Kedamaian dan Persatuan

Pemerintah berharap masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang sengaja dibentuk untuk mengadu domba, terutama dalam merespons upaya pemerintah yang sedang berjuang menyejahterakan rakyat.

“Mari hindari memotong kalimat hanya untuk memancing emosi dan memunculkan kesalahpahaman. Mari jauhi upaya adu domba dan tetap jaga persatuan bangsa,” ujar Kamaruddin Amin, Sekjen Kementerian Agama dalam keterangan resminya.

Peristiwa ini menjadi refleksi penting bagi kita semua untuk selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, sebab menjaga ketenangan dan persatuan adalah tanggung jawab bersama di tengah dinamika kehidupan berbangsa yang memerlukan kedewasaan dalam berkomunikasi.

Penulis: Misbahul A
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id