KEDIRI (Surau.ID) — Aula santri putri Pondok Pesantren Ar Risalah Lirboyo seketika berubah menjadi arena cerdas cermat yang penuh tawa dan kekaguman saat Menteri Agama Nasaruddin Umar hadir dan menantang para santri secara spontan, Sabtu (20/6/2026).
Dalam suasana yang cair dan interaktif, Menag menguji kecakapan para santri mulai dari hafalan ayat Al-Qur’an, pemahaman doa, penguasaan ilmu Nahwu (tata bahasa Arab), hingga kemampuan linguistik bahasa Inggris.
Para santri yang ditantang menunjukkan kualitas intelektual yang luar biasa, mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan mendalam dengan fasih, bahkan saat diminta menjelaskan makna kontekstual dalam bahasa Indonesia yang runtut.
Bukti Santri Tidak Gagap Zaman
Aksi saling sahut antara Menag dan santri ini menjadi bukti nyata bahwa Pesantren Ar-Risalah Lirboyo berhasil mencetak generasi yang tidak hanya mahir kitab kuning, tetapi juga adaptif terhadap tantangan zaman.
Santri di sini dididik dengan semangat berdzikir, berfikir, dan berkarir, yang tercermin dari kecakapan mereka baik dalam bidang spiritual maupun keterampilan modern seperti musik, sains, dan debat ilmiah (bahtsul masail).
“Kalian harus bangga masuk pondok! Di pesantren, ilmu tidak mandek pada teks, melainkan bertransformasi menjadi spiritualitas yang mumpuni,” seru Menag Nasaruddin Umar di hadapan para santri.
Refleksi Ilmu dan Kearifan
Di penghujung sesi, Menag memberikan pesan mendalam sebagai kompas bagi para santri agar ilmu yang mereka peroleh tidak melahirkan kesombongan. Menag menekankan perbedaan antara orang pintar dan orang arif.
“Jangan merasa pintar dan jangan suka menyalahkan orang lain. Semua orang arif itu pasti pintar, tapi tidak semua orang pintar itu arif. Maka, jangan hanya memahami Al-Qur’an sebagai Kitabullah (tulisan), tapi pahamilah ia sebagai Kalamullah (firman yang hidup),” pesannya.
Kunjungan ini menegaskan peran penting pesantren dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dan inovatif secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman hati dan kearifan spiritual dalam menghadapi tantangan dunia.