JAKARTA (Surau.ID) – Kementerian Agama menetapkan sembilan karya santri sebagai finalis Lomba Santrivision 2026 di Jakarta, Ahad (25/10/2026).
Ajang peringatan Hari Santri Nasional ini menampilkan inovasi riset kebijakan, media audio-visual, hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) buatan para santri.
Program ini menjadi bukti bahwa tradisi keilmuan pesantren selalu bergerak dinamis serta mampu merespons tantangan zaman melalui karya nyata.
Kategori Lomba dan Mentoring Alumni
Sembilan finalis terpilih berasal dari berbagai pondok pesantren yang terbagi ke dalam tiga kategori utama kompetisi riset, media, dan teknologi.
Kemenag menyiapkan program Mentoring Expert pada 26–27 Oktober 2026 yang menghadirkan para praktisi profesional serta akademisi lulusan pesantren.
Klinik pembekalan intensif ini dirancang agar karya yang dihasilkan tidak sekadar lomba, melainkan siap diimplementasikan untuk kebutuhan masyarakat luas.
Penguatan Riset dan Inovasi Digital
Inovasi yang diusung para finalis mencakup isu sirkulasi ekonomi, pesantren ramah anak, zero waste, hingga sistem pelaporan digital AI.
“Tradisi keilmuan Islam yang dipelajari para santri bukanlah dogma kaku, melainkan fondasi epistemologis yang terus bergerak dinamis,” ujar Direktur Pemberdayaan Pesantren Kemenag, Yusi Damayanti.
Seluruh finalis diwajibkan melakukan konfirmasi resmi kepada panitia guna mengikuti tahapan pembekalan serta babak penilaian akhir dewan juri.