JAKARTA (Surau.ID) – SEAMEO RECFON di bawah Kemendikdasmen meluncurkan tiga policy brief berbasis bukti ilmiah untuk mendukung gizi dan kualitas pembelajaran murid pada pertemuan dewan pembina di Jakarta, Rabu (9/9).
Pemenuhan gizi yang baik ditegaskan sebagai fondasi mendasar agar proses belajar murid di sekolah dapat berjalan secara optimal tanpa hambatan kesehatan maupun rasa lapar.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditargetkan menjadi momentum penting untuk mengintegrasikan edukasi gizi, keamanan pangan, serta kebiasaan hidup sehat bagi puluhan juta murid.
Penguatan Biomarker dan Penanganan Anemia
Penggunaan teknologi modern pada pemeriksaan biomarker zat gizi mikro dirancang untuk meningkatkan akurasi data serta efisiensi evaluasi percepatan penurunan angka stunting nasional.
Deteksi dini akar penyebab anemia pada murid menjadi perhatian utama demi memastikan ketersediaan suplai oksigen ke otak untuk mendukung daya tangkap pembelajaran secara maksimal.
Pemanfaatan Pangan Lokal dan Program Regional
Rekomendasi gizi seimbang berbasis pangan lokal disusun menjadi pedoman menu harian guna menutup kesenjangan asupan gizi mikro murid di berbagai daerah.
“Gizi yang baik adalah kondisi yang memungkinkan proses pembelajaran secara optimal,” ujar Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti.
Komitmen lintas sektor ini diharapkan mampu mencetak generasi muda Indonesia dan Asia Tenggara yang sehat, cerdas, serta memiliki daya saing global.