Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
28 Juli 2026 | 17:59 WIB
Nasional

Kemensos Percepat Program Penguatan Mental Siswa Sekolah Rakyat Bersama BKKBN

Kemensos RI
Audiensi Wamendukbangga, Waka BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka beserta jajaran di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat. {Foto: Kemensos}

 

Jakarta (Surau.ID) – Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN untuk memperkuat layanan kesehatan mental bagi siswa Sekolah Rakyat. Kedua kementerian kini mematangkan konsep kerja sama agar program tersebut dapat segera diterapkan pada tahun ajaran berjalan.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengatakan kolaborasi ini menjadi kebutuhan mendesak karena siswa Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang yang beragam dan memiliki tantangan tersendiri dalam proses tumbuh kembang mereka.

“Karena memang latar belakang siswa ini istimewa, ya. Kemudian ada aspek-aspek lain, seperti aspek-aspek problem keremajaan itu terjadi dan ini yang kita membutuhkan sinergi antara Kemensos dengan BKKBN,” kata Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Waka BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka beserta jajaran di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).

Agus menjelaskan, kedua kementerian akan menyusun konsep teknis pelaksanaan, melakukan uji coba di sejumlah Sekolah Rakyat, hingga menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar pelaksanaan program.

“Supaya kemudian di tahun ajaran ini kita langsung bisa beroperasional, ya kan, lebih cepat lebih baik. Ini anak-anak kita yang harus kita urus bersama-sama, tidak hanya Kemensos,” kata Agus Jabo.

Fokus Perkuat Ketahanan Mental Siswa

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari lingkungan keluarga. Karena itu, Kemendukbangga/BKKBN ingin menghadirkan program yang mampu mendukung kebutuhan psikososial siswa Sekolah Rakyat.

“Kalau kita berbicara tentang membangun kualitas sumber daya manusia, unit terkecil yang bisa diintervensi itu adalah keluarga. Itu sebabnya kita coba, karena ini anak-anak yang ada di Sekolah Rakyat, mereka berada dalam lingkungan yang berbeda, sehingga kita lihat kira-kira apa-apa saja yang bisa dikolaborasikan dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN,” ujar Isyana.

Menurutnya, kondisi siswa yang berasal dari berbagai latar belakang membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga pada penguatan karakter dan kesehatan mental.

PIK-R Jadi Garda Pendamping Sebaya

Salah satu program yang akan diintegrasikan dalam kolaborasi ini adalah Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Program tersebut menyediakan konselor sebaya yang akan membantu siswa menghadapi persoalan remaja sekaligus mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan mental.

“Karena kalau kita berbicara anak-anak remaja, biasanya mereka lebih cenderung ingin berbicara dengan teman sebaya. Oleh karena itu, Pusat Informasi dan Konseling Remaja ini menyediakan apa yang disebut sebagai konselor sebaya. Supaya mereka bisa pada saat sebelum mereka ada permasalahan mental, bisa dideteksi sejak dini,” jelas Isyana.

Isyana menambahkan, siswa yang membutuhkan penanganan lanjutan nantinya akan dirujuk kepada tenaga profesional atau fasilitas yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan mental.

Selain PIK-R, Kemendukbangga/BKKBN juga menyiapkan dukungan melalui organisasi Generasi Berencana (Genre). Organisasi tersebut berpotensi menjadi wadah pelatihan bagi siswa Sekolah Rakyat agar mampu menjadi pendidik sebaya maupun konselor sebaya di lingkungan sekolah.

“Yang kita ingin coba kolaborasikan terutama terkait dengan pendidik sebaya dan konselor sebaya mengingat mereka lebih senang untuk berdiskusi curhat dengan sesamanya. Jika ada PIKR ini, kita bisa melatih melalui Genre ataupun juga kemudian juga dengan PIK-R yang lain berbagi informasi, termasuk juga melatih anak-anak yang ada di Sekolah Rakyat ini juga bisa menjadi konselor-konselor sebaya,” ungkap Isyana.

Kemendukbangga/BKKBN berharap kolaborasi bersama Kemensos dapat memperluas jangkauan layanan kesehatan mental di Sekolah Rakyat sekaligus mendukung pembentukan generasi Indonesia Emas 2045.

Menurut Isyana, penguatan tersebut juga dapat dipadukan dengan program Sekolah Siaga Kependudukan sehingga pembinaan karakter, kesehatan mental, dan pendidikan kependudukan berjalan secara terpadu.

“Kemudian juga terkait itu semua, kami juga punya program yang dinamakan dengan Sekolah Siaga Kependudukan yang juga bisa diintegrasikan dengan program-program tadi,” tambah Isyana.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id