BANYUWANGI (Surau.ID) – Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bondowoso yang juga Dosen Pascasarjana Universitas At-Taqwa Bondowoso, Dr. Suheri, M.Pd.I., dipercaya menjadi penguji eksternal dalam ujian tesis Program Magister (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Ibrahimi Banyuwangi, Sabtu (11/7/2026). Penugasan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi akademik antarperguruan tinggi Islam di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur.
Dalam ujian yang berlangsung di Program Pascasarjana Universitas Islam Ibrahimi Banyuwangi itu, Dr. Suheri didampingi Dr. Miftahus Salam, M.Pd.I. Keduanya mendapat amanah sebagai penguji eksternal untuk menguji kualitas akademik, metodologi penelitian, orisinalitas karya ilmiah, hingga kontribusi tesis terhadap pengembangan Pendidikan Agama Islam.
Selama proses ujian, Dr. Suheri memberikan penajaman pada aspek metodologi penelitian, manajemen pendidikan Islam, serta implementasi hasil riset agar mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan Islam kontemporer. Sementara Dr. Miftahus Salam lebih banyak memberikan penguatan pada aspek filosofis pendidikan, pengembangan karakter, dan landasan teoritik penelitian.
Suasana sidang berlangsung dinamis dengan diskusi ilmiah yang kritis namun konstruktif. Para mahasiswa dituntut mempertanggungjawabkan hasil penelitian melalui argumentasi ilmiah yang didukung data, teori, dan referensi akademik yang valid sehingga kualitas tesis benar-benar memenuhi standar pendidikan magister.
Kepercayaan yang diberikan kepada Dr. Suheri dinilai menjadi bentuk pengakuan atas kompetensi akademiknya, baik sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bondowoso maupun dosen Pascasarjana Universitas At-Taqwa Bondowoso yang selama ini aktif dalam pengembangan mutu pendidikan.
Menurut Dr. Suheri, kehadiran penguji eksternal bukan hanya menjadi bagian dari prosedur akademik, tetapi juga instrumen penting untuk menjaga kualitas lulusan dan memperkuat budaya akademik yang sehat.
Menurutnya, menjadi penguji eksternal bukan sekadar memberikan penilaian akhir terhadap sebuah tesis, tetapi juga menjadi ruang berbagi perspektif akademik untuk memastikan penelitian yang dihasilkan memiliki kualitas ilmiah, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam.
Ia berharap hasil penelitian para mahasiswa tidak berhenti sebagai syarat memperoleh gelar magister, melainkan menjadi referensi dan solusi atas berbagai persoalan pendidikan.
”Kolaborasi antarperguruan tinggi seperti ini juga sangat penting untuk menjaga objektivitas, meningkatkan mutu akademik, memperkaya wawasan keilmuan, serta memperkuat sinergi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi akademik lintas perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan dan penelitian.
”Melalui kerja sama tersebut, pertukaran gagasan dan pengalaman antarakademisi diharapkan mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan Islam,” pungkasnya.
Bagi Universitas Islam Ibrahimi Banyuwangi, kehadiran penguji eksternal dari Universitas At-Taqwa Bondowoso juga menjadi bagian dari upaya menjaga objektivitas penilaian sekaligus memastikan lulusan Program Magister Pendidikan Agama Islam memiliki standar kompetensi yang diakui secara luas.
Melalui sinergi akademik ini, kedua perguruan tinggi berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan sebagai ikhtiar bersama meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam, memperkuat jejaring akademik di kawasan Tapal Kuda, serta mencetak lulusan magister yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi persoalan pendidikan di tengah masyarakat.