BANGKALAN (Surai.ID) – Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) menggelar bazar UMKM dan pameran stan usaha dalam rangkaian Musyawarah Besar (MUBES) XI. Agenda pemberdayaan ekonomi ini berpusat di Pondok Pesantren Salafiyah Sa’idiyah Buduran, Arosbaya, Bangkalan.
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy, membuka langsung area bazar tersebut secara simbolis melalui prosesi pemotongan pita.
Kehadiran ruang niaga ini bertujuan agar forum tertinggi organisasi tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan juga pendorong produktivitas sosial-ekonomi bagi para alumni dan peserta.
Dalam arahannya, Kiai Azaim mengingatkan pentingnya memperkuat sektor ekonomi sebagai pilar keberlanjutan perjuangan santri di tengah masyarakat.
Menurutnya, aspek kemandirian finansial ini berakar kuat pada nilai-nilai pesantren yang diwariskan oleh para ulama terdahulu.
“Penguatan ekonomi umat merupakan fondasi kemandirian,” tegas Kiai Azaim, merujuk pada tiga wasiat K.H.R. As’ad Syamsul Arifin.
Kiai Azaim juga berpesan agar para santri dan alumni membangun mentalitas ekonomi yang tangguh.
Dengan demikian, mereka tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata yang luas bagi kesejahteraan masyarakat.
Melalui interaksi bisnis di sepanjang acara MUBES XI ini, IKSASS menargetkan terciptanya jaringan usaha yang solid di lingkungan alumni.
Momentum ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem ekonomi berbasis pesantren yang mandiri, berdaya, dan berkelanjutan.