BONDOWOSO (Surau.ID) – Persoalan bullying di lingkungan sekolah mendapat perhatian dari Kelompok 1 KKN Universitas Bondowoso. Melalui kegiatan sosialisasi di SDN Patemon 2, Patemon, Bondowoso, mahasiswa mengajak siswa memahami bahwa perundungan bukan bagian dari candaan dan tidak boleh dianggap sebagai hal biasa.
Sosialisasi tersebut diikuti siswa-siswi SDN Patemon 2 dengan materi yang disampaikan menggunakan pendekatan sederhana dan sesuai dengan usia anak. Para peserta dikenalkan dengan berbagai bentuk bullying, dampaknya terhadap korban, serta cara bersikap ketika menghadapi maupun menyaksikan tindakan perundungan.
Tidak hanya memberikan materi, mahasiswa KKN mengemas kegiatan secara interaktif melalui ice breaking, pemutaran film, tanya jawab, serta pemberian contoh kasus yang dekat dengan kehidupan siswa.
Pendekatan tersebut membuat suasana sosialisasi berlangsung lebih hidup. Siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dan aktif memberikan jawaban ketika diajak berdiskusi mengenai perilaku yang sering ditemui dalam pergaulan sehari-hari.
Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya membedakan antara bercanda dan menyakiti. Sebuah perkataan yang dianggap lucu oleh seseorang belum tentu diterima sebagai candaan oleh orang lain, terlebih jika membuat teman merasa malu, takut, tertekan, atau kehilangan kepercayaan diri.
Karena itu, siswa diajak untuk lebih berhati-hati dalam berbicara maupun bertindak. Kebiasaan mengejek, memberi julukan yang tidak disukai, mengucilkan teman, hingga melakukan kekerasan tidak seharusnya menjadi bagian dari kehidupan sekolah.
Mahasiswa juga mendorong siswa agar tidak menjadi penonton ketika bullying terjadi. Mereka diberikan pemahaman untuk membantu teman yang menjadi korban dan segera menyampaikan kejadian kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya.
Bagi Kelompok 1 KKN Universitas Bondowoso, edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran sejak dini. Pencegahan bullying dinilai tidak cukup hanya dilakukan setelah terjadi kasus, tetapi perlu dimulai melalui pendidikan karakter dan pembiasaan saling menghargai.
Sekolah pun memiliki peran penting dalam menciptakan ruang belajar yang membuat setiap anak merasa aman untuk belajar, bermain, berteman, dan berkembang tanpa rasa takut.
Melalui kegiatan ini, Kelompok 1 KKN Universitas Bondowoso berharap siswa SDN Patemon 2 mampu menjadi bagian dari perubahan kecil di lingkungan sekolahnya. Menolak bullying tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar, tetapi dapat dilakukan dengan memilih untuk tidak menyakiti, berani membantu, dan mau menghargai teman.
Dari ruang kelas SDN Patemon 2, pesan sederhana itu ditanamkan: jangan menjadi pelaku, jangan menjadi penonton, dan jangan diam ketika melihat teman disakiti.