Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
30 Mei 2026 | 21:32 WIB
Nasional

Komisi X Dorong Penerapan Bertahap Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah

IMG_002
Lalu Hadrian Irfani, Wakil Ketua Komisi X DPR RI (Surau.ID/Ist).

 

JAKARTA (Surau.ID) – Rencana besar Presiden Prabowo Subianto untuk mengintegrasikan pembelajaran bahasa Prancis di seluruh jenjang pendidikan sekolah di Indonesia kini tengah menjadi sorotan publik. Merespons instruksi tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengusulkan agar implementasi kebijakan ini dilakukan secara bertahap dan terukur guna memastikan kesiapan ekosistem pendidikan nasional.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (29/5), Lalu Hadrian menekankan pentingnya mempertimbangkan kesiapan tenaga pendidik, kurikulum yang matang, hingga ketersediaan sarana pendukung sebelum kebijakan ini diterapkan secara masif. Ia menyarankan agar pada tahap awal, bahasa Prancis dapat diposisikan sebagai mata pelajaran pilihan atau menjadi program khusus di sekolah-sekolah tertentu yang memiliki kesiapan infrastruktur.

“Kami memandang penguatan kemampuan bahasa asing memang langkah strategis yang penting. Namun, pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), harus memetakan kebutuhan nasional dengan cermat. Jangan sampai publik melihat kebijakan ini hanya sebagai bagian dari agenda diplomasi internasional tanpa perencanaan pendidikan yang matang bagi peserta didik kita,” ujar Lalu Hadrian.

Sinkronisasi dengan Kebutuhan Nasional

Komisi X DPR RI secara proaktif meminta pihak Kemendikdasmen untuk memaparkan teknis rencana Presiden tersebut. Hal ini krusial agar kebijakan yang lahir nantinya benar-benar memiliki manfaat nyata dan tidak membebani kurikulum yang sudah ada. Fokus utama dari kebijakan pendidikan, menurutnya, harus tetap berpijak pada kesiapan guru dan relevansi bagi masa depan siswa di tengah tantangan global yang semakin kompetitif.

Sebelumnya, instruksi ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Elysee, Paris, Kamis (28/5). Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan visi jangka panjang untuk meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan antara kedua negara.

“Di bidang pendidikan kita ingin lebih ditingkatkan lagi. Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan,” ungkap Presiden Prabowo.

Inisiatif ini tentu membawa harapan baru dalam mempererat hubungan diplomasi dan literasi global bagi generasi muda Indonesia. Namun, masukan dari legislatif menjadi pengingat penting agar setiap kebijakan pendidikan di tanah air, sekecil apa pun, harus disiapkan dengan landasan pedagogis yang kuat dan inklusif demi kemajuan dunia pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Penulis: Misbahul A
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id