Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
02 Maret 2026 | 18:29 WIB
Nasional

Konflik Timur Tengah Memanas, Istana Gelar Rapat Antisipasi Pangan dan Energi

IMG
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Istimewa).

 

JAKARTA (Surau.ID) – Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 2 Maret 2026. Pertemuan tersebut dilakukan menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas pasokan pangan dan energi nasional.

Fokus pembahasan mengerucut pada dampak penutupan Selat Hormuz oleh Angkatan Laut Iran. Jalur pelayaran strategis itu merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia yang selama ini menopang kebutuhan energi berbagai negara, termasuk Indonesia.

Bahlil menyebut laporan kepada presiden berkaitan dengan perkembangan terkini situasi global dan implikasinya terhadap pasokan energi dalam negeri.

“(Laporan kepada Bapak Presiden) mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz, Iran, karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia, karena bagaimana pun kita masih melakukan impor sebelum lebaran,” jelas Bahlil Lahadalia.

Ia menegaskan, ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah membuat pemerintah perlu bergerak cepat, terlebih menjelang momentum Idulfitri ketika konsumsi energi meningkat.

Sementara itu, Zulhas mengaku belum mengetahui secara detail agenda rapat sebelum masuk ke ruang pertemuan. Namun ia memperkirakan pembahasan berkaitan dengan langkah antisipasi sektor pangan pascakonflik di kawasan tersebut.

“(Agenda rapat saya) belum tahu. Kalau saya kan (bertanggung jawab bidang) pangan, Kopdes. (Rapat kemungkinan membahas) antisipasi pangan pascaperang Timur Tengah. Entar habis rapat ya,” kata Menko Pangan Zulkifli Hasan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Senin (02/3/2026).

Zulhas dan Bahlil tiba di Istana sekitar pukul 15.30 WIB, beberapa jam setelah Presiden memimpin upacara pemakaman militer Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno di TMP Kalibata. Rapat dilakukan secara tertutup dengan agenda utama mengantisipasi dampak lanjutan konflik terhadap rantai pasok nasional.

Situasi di Timur Tengah sendiri kian memanas setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah warga sipil di madrasah. Sebagai respons, militer Iran meluncurkan rudal ke sejumlah pangkalan dan aset militer Amerika Serikat di kawasan seperti Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Di tengah eskalasi tersebut, pemerintah Indonesia tengah menyiapkan skenario darurat guna memastikan distribusi bahan pangan tidak terganggu serta ketersediaan bahan bakar minyak tetap aman, meski terjadi blokade maritim dan ancaman perang terbuka di Asia Barat.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id