Yogyakarta (Surau.ID) – Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengukuhkan 104 mahasiswa sebagai lulusan Program Sarjana Terapan dalam rangka Dies Natalis ke-41 sekaligus Wisuda Sarjana Terapan ke-5 tahun 2026.
Prosesi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 9 September 2026, pukul 08.00 WIB di Ballroom Sahid Raya Hotel & Convention, Yogyakarta. Sebanyak 104 lulusan yang dikukuhkan terdiri atas 36 lulusan Program Studi Teknokimia Nuklir, 34 lulusan Elektronika Instrumentasi, dan 34 lulusan Elektro Mekanika.
Dengan tambahan lulusan tersebut, Poltek Nuklir telah menghasilkan 2.292 lulusan sejak lembaga pendidikan ini mulai berkiprah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di bidang ketenaganukliran Indonesia.
Menginjak usia 41 tahun, Poltek Nuklir mengusung tema “Sinergi Talenta Nuklir untuk Akselerasi Inovasi Berdampak”. Tema tersebut menjadi penegasan arah pendidikan vokasi Poltek Nuklir dalam menyiapkan tenaga terampil yang tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri dan masyarakat.
Menyiapkan Lulusan Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja
Plt. Direktur Poltek Nuklir, Zainal Arief, mengatakan pendidikan vokasi menghadapi tuntutan untuk menghasilkan talenta yang mampu beradaptasi sekaligus menciptakan inovasi yang relevan.
“Perguruan tinggi vokasi ini diharapkan konsisten dalam melahirkan talenta nuklir yang unggul, kreatif, adaptif, dan berjiwa kewirausahaan, sekaligus menghasilkan inovasi berdampak yang dapat meningkatkan daya saing industri, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Poltek Nuklir mengembangkan kurikulum yang berorientasi pada kebutuhan masa depan. Penguatan juga dilakukan melalui riset terapan, hilirisasi teknologi, kolaborasi dengan lembaga riset, industri dan regulator, serta pembangunan ekosistem inovasi yang melibatkan mahasiswa maupun dosen.
Keterhubungan antara pembelajaran dan dunia kerja turut diperkuat melalui program magang industri. Seluruh lulusan telah mendapatkan pengalaman magang atau praktik kerja di perusahaan mitra serta sejumlah pusat riset dan fasilitas BRIN.
Di antaranya Pusat Riset Teknologi Akselerator, Pusat Riset Daur Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif, Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Mutu Nuklir, Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir, serta Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran. Selain pengalaman kerja, mahasiswa juga dibekali sertifikasi kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
“Kesiapan lulusan juga diperkuat dengan sertifikasi kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, yaitu Petugas Proteksi Radiasi (PPR) bidang industri lingkup Uji Tak Rusak (UTR), PPR bidang industri lingkup Well Logging, PPR bidang industri lingkup Iradiator, Petugas Keahlian Radiografi Industri Tingkat 1 (OR), Ultrasonic Testing (UT) level 2 ASNT, dan Petugas Keamanan Zat Radioaktif (PKZR),” ujar Zainal.
Prestasi Mahasiswa Jadi Cerminan Pengembangan Talenta
Pengembangan kompetensi di Poltek Nuklir tidak hanya diarahkan pada penguasaan teknologi ketenaganukliran. Kampus juga mendorong mahasiswa mengasah kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, komunikasi, serta keberanian menghasilkan gagasan baru.
Hal itu terlihat dari sejumlah prestasi yang diraih mahasiswa dan para wisudawan ketika masih menempuh pendidikan. Prestasi tersebut antara lain juara II National CAD-CAM Competition 2024, juara II INYS Festival Nuklir Nasional 3, juara I Essay Competition ASIA 2025, juara III Chemical Engineering Annual Competition (ChEACo) 2025, serta medali perunggu IRPrO 2024.
Mahasiswa Poltek Nuklir juga meraih penghargaan Best Team Internet of Things dalam Kompetisi Mahasiswa Bidang Informatika Politeknik Nasional V, juara harapan 1 Sobat Competition 202, juara 1 dan Juara Favorit lomba film pendek Move Upper Festival, Juara 1 Lomba Street Photography 2023, serta prestasi dalam Atomic Melody Competition 2024.
“Prestasi tersebut menjadi gambaran pengembangan talenta di Poltek Nuklir diarahkan untuk membangun kemampuan teknis sekaligus kreativitas, pemecahan masalah, kemampuan berkomunikasi, dan keberanian menghasilkan gagasan baru,” tambah Zainal.
Empat Dekade Pendidikan Nuklir
Perjalanan Poltek Nuklir bermula pada 1985 ketika lembaga ini berdiri dengan nama Pendidikan Ahli Teknik Nuklir (PATN). Pada 2001, lembaga tersebut berkembang menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN), sebelum bertransformasi menjadi Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia pada 2021.
Perubahan kelembagaan tersebut berjalan seiring dengan upaya menyesuaikan pendidikan ketenaganukliran dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja.
Selama lebih dari empat dekade, Poltek Nuklir terus mengembangkan pendidikan vokasi melalui kurikulum berbasis kebutuhan masa depan, pembelajaran berbasis masalah atau problem-based learning, serta peningkatan keterlibatan pemangku kepentingan dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rangkaian Dies Natalis ke-41 dan Wisuda Sarjana Terapan ke-5 tahun 2026 menjadi bagian dari upaya tersebut. Poltek Nuklir menegaskan komitmennya untuk menghasilkan talenta nuklir yang unggul, kreatif, adaptif, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.
Kepada para lulusan, Zainal berpesan agar terus mengembangkan kemampuan setelah memasuki dunia kerja.
“Selamat menempuh karier di bidang pekerjaan yang saudara inginkan, dan jangan berhenti untuk selalu mengembangkan kapasitas diri saudara. Ingatlah bahwa kalian adalah lulusan Poltek Nuklir. Di mana pun kalian bekerja dan berkarier, kalian akan membawa nama almamater,” pungkasnya.