PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Selasa (27/10/2026) guna memperkuat ikatan struktur organisasi dan jaringan kultural NU.
Kunjungan yang diterima langsung oleh Pengasuh Pesantren, KH. Moh. Zuhri Zaini, ini merupakan bagian dari safari PBNU ke sejumlah pesantren di Jawa Timur dalam mengokohkan kebersamaan.
Safari silaturahmi tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan PBNU, termasuk Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum KH Abdul Hakim Mahfudz, Katib Aam Prof Mohammad Nuh, serta Sekjen H Gudfan Arif.
Penerjemahan Qanun Asasi dalam Konteks Kekinian
Dalam kesempatan tersebut, PBNU menekankan pentingnya menerjemahkan prinsip-prinsip pendirian organisasi atau Qanun Asasi dari teks menjadi konteks agar tetap relevan menjawab kebutuhan zaman.
Langkah ini dilakukan melalui dialog intensif bersama para kiai pesantren untuk mengokohkan nilai-nilai dasar Nahdlatul Ulama di tengah kehidupan masyarakat modern.
Memperkuat Jaringan Kultural dan Struktur Organisasi
Kekuatan utama Nahdlatul Ulama dinilai terletak pada kesatuan yang utuh antara struktur pengurusan formal dengan jaringan kultural pesantren, kiai, santri, serta warga Nahdliyin.
“Antara NU dan pondok pesantren tidak bisa dipisahkan. Itu satu kesatuan utuh,” ujar Katib Aam PBNU, Prof Mohammad Nuh pada Selasa (27/10/2026).
Konsolidasi berkelanjutan ini diharapkan mampu memperkokoh landasan kebersamaan seluruh elemen Nahdlatul Ulama dalam memasuki perjalanan abad kedua organisasi.