Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
03 Mei 2026 | 15:08 WIB
Daerah

Launching SPPG di Tiris, Wabup Probolinggo: Ini Solusi Gizi dan Penggerak Ekonomi

IMG
Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ menyampaikan sambutan di Grand Opening, Running, dan Launching SPPG Nurul Istiqamah di Desa Rejing, Kecamatan Tiris, Minggu (3/5/2026).

 

PROBOLINGGO (Surau.ID) — Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ, menegaskan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi sehat sekaligus menggerakkan ekonomi desa. Hal itu disampaikan saat Grand Opening, Running, dan Launching SPPG Nurul Istiqamah di Desa Rejing, Kecamatan Tiris, Minggu (3/5/2026).

Menurut Ra Fahmi, SPPG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat. Program ini juga membuka lapangan kerja dan memperkuat perputaran ekonomi lokal di tingkat desa.

“SPPG ini bukan sekadar program kesehatan. Ini juga membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.

Ia menekankan, keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan pemerintah. Dukungan serta masukan dinilai penting untuk memastikan program berjalan optimal.

“Kami butuh dukungan masyarakat dan pemerintah. Kritik dan saran juga sangat kami harapkan agar program ini terus berkembang dan menjadi lebih baik,” katanya.

Dorong Generasi Sehat dan Ekonomi Desa

Dalam sambutannya, Ra Fahmi juga menyebut program SPPG sebagai langkah konkret dalam mengatasi persoalan gizi buruk dan stunting pada anak. Ia menilai program ini memiliki dampak jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.

“Program ini sejatinya sangat luar biasa. Dengan hadirnya SPPG, kita berharap bisa membantu mengurai dan menyelesaikan persoalan gizi buruk atau stunting pada anak-anak kita sebagai penerus bangsa,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kecukupan gizi menjadi salah satu syarat utama untuk mencetak generasi unggul. Hal ini juga berkaitan dengan kesiapan menghadapi persaingan global.

IMG
IMG

“Untuk menjadi generasi yang unggul, salah satu syarat utamanya adalah kecukupan gizi dan nutrisi yang baik,” ujarnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG), lanjutnya, merupakan investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Program ini diharapkan mampu memperkuat kualitas manusia sejak dini.

“MBG ini adalah investasi untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dalam rangka mempersiapkan generasi emas 2045,” katanya.

Selain itu, program ini dinilai mampu mendorong ekonomi lokal, mulai dari sektor UMKM hingga petani desa. Dampaknya tidak hanya dirasakan industri besar, tetapi juga masyarakat bawah.

“Program ini bisa mendongkrak ekonomi lokal. Tidak hanya mendukung industri besar, tetapi juga mendorong pertumbuhan di tingkat desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan ketahanan pangan berbasis desa menjadi kunci menghadapi potensi krisis pangan global. Desa diharapkan mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.

“Ketika negara lain menghadapi persoalan ketersediaan pangan, kita harus mulai dari desa. Tidak ada pilihan lain selain memperkuat ketahanan pangan di tingkat masyarakat,” katanya.

Pemerintah juga telah membentuk satuan tugas khusus untuk memastikan program MBG berjalan optimal. Satgas ini bertugas mendampingi operasional dapur agar pelayanan maksimal.

“Pemerintah sudah membentuk satgas khusus MBG untuk mendampingi dapur-dapur agar bisa memberikan pelayanan secara optimal dan maksimal,” pungkasnya.

Penulis: Nurkhaliq BR
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id