JAKARTA (Surau.ID) – Pada Senin (20/7/2026), Anggota Komisi IX DPR RI Cellica Nurrachadiana menyampaikan bahwa literasi gizi orang tua merupakan kunci sukses pencegahan stunting melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program MBG hadir sebagai solusi strategis untuk memberikan asupan gizi tambahan serta pendampingan bagi daerah-daerah terpencil yang memiliki angka prevalensi stunting tinggi.
Pemahaman mendalam mengenai pedoman gizi seimbang seperti “Isi Piringku” sangat krusial bagi para ibu agar makanan yang dikonsumsi anak benar-benar mendukung tumbuh kembang optimal.
Peran Krusial Keluarga dan Posyandu
Faktor ekonomi serta keterbatasan akses infrastruktur di wilayah 3T turut memengaruhi pemenuhan gizi anak, sehingga kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sangat membantu intervensi tepat sasaran.
Di luar makanan sekolah, sinergi antara unit keluarga dan kader posyandu menjadi penentu utama dalam mengoptimalkan pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin setiap bulan.
Edukasi dan Kesadaran Orang Tua
Pemantauan intensif terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak usia 0 hingga 2 tahun memerlukan kepekaan serta kepedulian tinggi dari para orang tua.
“Isi Piringku perlu dipahami semua pihak, khususnya ibu-ibu, bahwa makanan yang memang dikonsumsi oleh anak-anak mereka ini benar-benar bergizi buat tumbuh kembang anak-anak mereka,” ujar Cellica Nurrachadiana, Anggota Komisi IX DPR RI.
Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, keluarga, dan kader posyandu diharapkan mampu mewujudkan generasi Indonesia yang tumbuh sehat, cerdas, serta bebas dari ancaman stunting.