JEMBER (Surau.ID) — Potensi lokal Jawa Timur kembali menjadi sumber lahirnya inovasi mahasiswa Universitas Jember (UNEJ). Lima mahasiswa UNEJ berhasil membawa pulang dua penghargaan dalam ajang nasional NEIRA 3 (National Empowerment, Innovation, Research and Art 3) di Yogyakarta.
Kompetisi yang digelar Sentosa Foundation bersama Himpunan Mahasiswa Budidaya Hutan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 29–30 Agustus 2026 itu menjadi panggung bagi mahasiswa untuk menawarkan gagasan berbasis persoalan dan potensi daerah.
Tim UNEJ berhasil meraih Bronze Medal pada kategori Sosial dan Ekonomi serta Juara Harapan 3 pada kategori Pariwisata dan Budaya.
Kelima mahasiswa tersebut adalah Kintari Inka Septi Humani, Virda Tri Ulwiyatul Husniah, Akmal Adib Azka, Hoirul Anam, dan Marsha Aprillia Maulidina. Mereka berasal dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNEJ.
Pada kategori Sosial dan Ekonomi, tim UNEJ mengangkat persoalan yang selama ini dihadapi petani tembakau di Kabupaten Jember, terutama terkait pemasaran, rantai distribusi, dan keterbatasan akses menuju pasar.
Dari persoalan tersebut, mereka menggagas DHUMANTARA, singkatan dari Inovasi Aplikasi E-Commerce Tembakau Berbasis Technopreneurship melalui Peran Generasi Muda guna Meningkatkan Perekonomian Petani Tembakau di Daerah Jember.
DHUMANTARA dirancang sebagai platform digital yang mempertemukan petani tembakau dengan pasar secara lebih langsung. Konsep tersebut mengandalkan pendekatan technopreneurship dengan menempatkan generasi muda sebagai penggerak transformasi digital di sektor pertanian.
Melalui platform tersebut, tim menawarkan solusi untuk meningkatkan efisiensi pemasaran sekaligus mendorong transparansi harga dan memperluas akses pasar bagi petani tembakau Jember.
Gagasan tersebut mendapat apresiasi juri dan mengantarkan tim UNEJ meraih Bronze Medal.
Tak berhenti pada persoalan ekonomi, tim yang sama juga mengangkat potensi pariwisata Jawa Timur melalui gagasan bertajuk “SEWU Eco-Culture Tourism: Integrasi Wisata Alam Berbasis Digital dan Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Daya Saing Destinasi di Air Terjun Tumpak Sewu Kabupaten Lumajang.”
Dalam gagasan ini, Air Terjun Tumpak Sewu tidak hanya dipandang sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai ruang pengembangan ekonomi masyarakat sekaligus pelestarian budaya dan lingkungan.
Konsep SEWU Eco-Culture Tourism menggabungkan kekuatan wisata alam, kearifan lokal, serta pemanfaatan teknologi digital. Strategi tersebut diarahkan untuk memperluas promosi destinasi sekaligus membangun identitas Tumpak Sewu yang lebih kuat.
Tim juga mendorong keterlibatan masyarakat sekitar dalam pengelolaan destinasi agar pengembangan pariwisata berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Gagasan tersebut berhasil meraih Juara Harapan 3 pada kategori Pariwisata dan Budaya.
Dua penghargaan dalam NEIRA 3 menjadi bukti bahwa mahasiswa UNEJ mampu mengolah persoalan lokal menjadi gagasan inovatif yang memiliki daya saing di tingkat nasional.
Melalui isu tembakau Jember dan pariwisata Tumpak Sewu Lumajang, kelima mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus berangkat dari persoalan besar. Potensi daerah dan problem masyarakat di sekitar justru dapat menjadi sumber gagasan untuk menciptakan solusi berbasis teknologi, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.