Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
16 Maret 2026 | 13:46 WIB
Daerah

Mahasiswa UNEJ Ubah Limbah Tambang Jadi Energi Bersih, Raih Runner-Up Internasional

IMG
(Dari kiri) Mario Zaky Ramadhan, Ostwald Padang dan Gaizka Rabbani Riyady, mahasiswa FT UNEJ, International 1st Runner-Up, Indonesian Students Mining Competition (ISMC) XV (Foto: Ist).

 

JEMBER (Surau.ID) – Tiga mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Jember (UNEJ) meraih prestasi di ajang Indonesian Students Mining Competition (ISMC) XV yang digelar di Institut Teknologi Bandung, Senin (16/03/2026).

Mereka berhasil meraih posisi International 1st Runner-Up melalui inovasi riset bertajuk TERAS-MINE, sebuah sistem penyimpanan energi panas yang memanfaatkan limbah tambang.

Kompetisi tersebut mempertemukan mahasiswa teknik pertambangan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia hingga peserta dari Australia. Tim UNEJ yang terdiri dari Ostwald Padang, Mario Zaky Ramadhan, dan Gaizka Rabbani Riady mengikuti kategori paper contest yang berfokus pada isu lingkungan dan keselamatan kerja di sektor pertambangan.

Riset mereka berangkat dari persoalan rendahnya efisiensi panel surya yang saat ini masih berada di kisaran 18–25 persen. Kondisi tersebut mendorong tim untuk mencari solusi penyimpanan energi panas atau Thermal Energy Storage (TES) yang lebih efektif sekaligus ramah lingkungan.

“Kami mengikuti lomba ISMC XV di ITB yang diselenggarakan dua tahun sekali. Cabang yang kami ikuti adalah paper contest, di mana tema utamanya terkait lingkungan dan K3 pertambangan,” ungkap Ostwald.

Melalui penelitian tersebut, tim UNEJ mengembangkan konsep pemanfaatan Air Asam Tambang (AAT) sebagai media penyimpanan energi panas. Limbah tambang yang selama ini dianggap sebagai masalah lingkungan diolah menjadi material bernilai melalui pendekatan circular economy dan konsep water energy nexus.

IMG

Mengubah Limbah Tambang Jadi Energi

Dalam prosesnya, air asam tambang terlebih dahulu melalui tahap pre-treatment menggunakan senyawa MgO-CaO untuk menghasilkan sedimen yang kaya silika, besi, dan alumina. Material ini memiliki konduktivitas termal tinggi serta stabil pada suhu ekstrem, sehingga cocok digunakan sebagai media penyimpanan energi panas.

Sedimen tersebut kemudian menyimpan panas dari energi surya yang selanjutnya digunakan untuk memanaskan air hingga menghasilkan uap. Uap tersebut dapat menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik. Sistem ini juga menghasilkan air bersih sebagai produk sampingan, sehingga menciptakan dua manfaat sekaligus, yakni energi bersih dan pemulihan kualitas air.

Selain mampu mencapai suhu hingga 358,74 derajat Celsius, sistem TERAS-MINE juga terbukti meningkatkan kualitas lingkungan. Teknologi ini mampu menetralkan tingkat keasaman air serta menurunkan kandungan besi, aluminium, dan sulfat secara signifikan.

Prestasi tersebut diumumkan pada 15 Februari 2026 setelah tim UNEJ bersaing dengan peserta dari berbagai universitas ternama. Menghadapi kompetitor dari kampus besar sempat membuat tim merasa gugup.

“Sebelumnya terbesit rasa nervous dengan team lawan yang berasal dari ITB, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) dan kampus internasional (Australia). Namun, dengan persiapan yang cukup matang, ketiganya mampu menguasai topik dan tampil dengan baik,” jelas perwakilan tim.

Menurut mereka, tantangan terbesar selama proses riset justru berasal dari menjaga konsistensi dan ketelitian dalam penguatan literasi ilmiah. Meski demikian, upaya tersebut berbuah pengakuan di tingkat internasional.

Sebagai pesan bagi mahasiswa lain, Ostwald berpesan, “Jangan pernah ragu dan menyerah. Tetap melangkah dan nikmati segala proses yang dilewati,” pungkasnya.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id