PAMEKASAN (Surau.ID) — Menjelang Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat (01/05/2026), Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Tembakau Madura, Holili, menyerukan penguatan perlindungan buruh dan peningkatan kesejahteraan petani tembakau guna menjaga keberlangsungan industri pertembakauan nasional.
Holili menyatakan buruh dan petani tembakau merupakan dua pilar utama dalam rantai produksi industri. Keduanya berperan strategis sebagai penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Madura sebagai salah satu sentra tembakau nasional.
Menurut dia, momentum May Day perlu dimaknai lebih luas sebagai pengingat pentingnya pemenuhan hak pekerja. Hal itu mencakup pemberian upah layak, jaminan perlindungan kerja, serta terciptanya lingkungan kerja yang aman dan sehat.
“Peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memastikan pekerja memperoleh haknya secara adil. Upah yang layak dan perlindungan kerja adalah bentuk penghormatan atas kontribusi besar mereka dalam industri tembakau,” ujar Holili, Kamis (30/04/2026).
Selain isu buruh, APTMA menyoroti kondisi petani tembakau yang dinilai masih menghadapi berbagai tantangan. Permasalahan utama meliputi ketidakstabilan harga dan lemahnya perlindungan terhadap hasil panen.
Holili mendorong pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga tembakau. Ia juga meminta perluasan akses permodalan serta penguatan kebijakan perlindungan agar hasil panen tidak tergerus fluktuasi pasar.
“Petani tembakau adalah fondasi utama industri ini. Mereka harus mendapatkan kepastian ekonomi dan kesejahteraan yang lebih baik. Pemerintah perlu turun tangan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan industri dan nasib petani,” katanya.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, buruh, dan petani menjadi kunci menciptakan ekosistem industri yang sehat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan industri tembakau secara adil.
Menjelang May Day 2026, Holili menekankan pentingnya menjadikan momentum ini sebagai refleksi bersama. Ia berharap seluruh elemen, termasuk petani sebagai ujung tombak produksi, memperoleh perhatian dan perlindungan yang setara.