JAKARTA (Surau.ID) – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengajak masyarakat meningkatkan ketakwaan dengan menjaga hutan dan keanekaragaman hayati dalam momentum Idul Fitri 1447 Hijriah. Menurut dia, kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu indikator keberhasilan ibadah puasa.
Dikutip dari ANTARA, Raja Juli mengatakan makna Lebaran tidak hanya soal perayaan, tetapi juga refleksi peningkatan nilai ketakwaan. Salah satu ukurannya, kata dia, dapat dilihat dari tingkat kecintaan terhadap hutan.
“Seberapa tinggi kecintaan kita kepada hutan, salah satu indikasi keberhasilan puasa kita dalam konteks ini adalah tingkat ketakwaan kita dengan tingkat kepedulian kita dengan hutan dan keanekaragaman hayati,” kata Raja Juli Antoni, Minggu (22/03/2026).
Ia menilai, menjaga kelestarian hutan dan biodiversitas merupakan bagian dari tanggung jawab moral yang sejalan dengan nilai-nilai spiritual.
Raja Juli juga memastikan Kementerian Kehutanan tetap siaga menghadapi libur Idul Fitri, terutama di kawasan taman nasional dan taman wisata alam. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi bersama para pengelola kawasan konservasi.
Ia menegaskan pentingnya penerapan prinsip “zero waste” dan “zero accident” selama masa liburan, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Presiden Prabowo juga memohon agar pengelolaan TN-TWA memperhatikan zero waste, memiliki tong sampah dan aparat yang cukup. Lalu mengedepankan zero accident, jangan sampai adanya korban karena minimnya fasilitas pengamanan, siapkan tim medis, ambulans, maupun puskesmas yang memadai,” ujarnya dalam pernyataan Rabu (18/03/2026).
Di sisi lain, Raja Juli memutuskan tidak menggelar open house Lebaran tahun ini. Kebijakan tersebut diambil mengikuti imbauan Presiden Prabowo, sekaligus memberi kesempatan bagi pegawai Kementerian Kehutanan untuk menikmati masa libur dan mudik bersama keluarga.