JAKARTA (Surau.ID) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menjadi beban belanja negara, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap penerimaan pajak. Dari total anggaran yang digelontorkan, sebagian dana diperkirakan kembali ke kas negara melalui pajak.
Hal tersebut disampaikan Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Gedung Parlemen, Senin (6/4/2026). Ia menyebut sekitar 3 hingga 5 persen dari total anggaran MBG akan masuk sebagai penerimaan pajak.
“Itu sekitar 3 persen hingga 5 persen dari total anggaran direalisasikan masuk ke pajak,” ujar Purbaya.
Dengan pagu anggaran mencapai Rp335 triliun, potensi penerimaan pajak dari program ini diperkirakan berkisar antara Rp10,05 triliun hingga Rp16,75 triliun.
Namun, Purbaya menegaskan bahwa nilai utama program MBG tidak hanya terletak pada kontribusi fiskalnya. Ia menilai dampak terbesar justru muncul dari efek pengganda ekonomi yang dihasilkan dari perputaran anggaran tersebut.
Menurut Purbaya, implementasi program MBG mampu menggerakkan ekonomi lokal di berbagai daerah. Aktivitas distribusi, produksi, hingga penyediaan bahan pangan dinilai membuka peluang usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
Dampak ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung. Pemerintah memanfaatkan program tersebut sebagai instrumen untuk memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat.
Ia juga menanggapi kekhawatiran publik terkait kondisi ekonomi saat ini. Menurutnya, intervensi melalui program sosial seperti MBG dapat menjadi bantalan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Meski begitu, pemerintah akan terus mengevaluasi pelaksanaan program tersebut agar lebih efektif. “Dampaknya cukup baik, hanya saja ke depan mungkin kita perbaiki lagi cara menjalankan kebijakan itu,” kata Purbaya.
Ke depan, optimalisasi skema distribusi dan pengelolaan anggaran menjadi fokus agar manfaat program tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga berdampak pada penguatan ekonomi secara berkelanjutan.