PADANG (SURAU.ID) – Pemerintah mulai menyalurkan bantuan miliaran rupiah untuk memperbaiki rumah warga yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025. Dana tahap pertama senilai Rp4,5 miliar telah diterima para penyintas di Kota Padang.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyatakan bantuan dari pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga terkait itu diperuntukkan bagi perbaikan rumah rusak ringan dan rusak sedang.
“Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota Padang sudah menyerahkan bantuan perbaikan rumah rusak ringan dan rusak sedang tahap I bagi korban banjir bandang,” kata Fadly di Padang, Jumat (13/2/2026).
Menurut dia, seluruh dana bantuan telah ditransfer langsung ke rekening penerima manfaat setelah dikoordinasikan dengan pihak perbankan setempat. Pada tahap awal, tercatat 248 unit rumah mengalami kerusakan ringan dan 27 unit lainnya rusak sedang.
Selain penyaluran bantuan perbaikan rumah, Pemerintah Kota Padang juga mendorong percepatan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak. Tiga lokasi relokasi telah disiapkan pemerintah daerah untuk mendukung proses tersebut.
“Kami memang meminta supaya ada percepatan. Kota Padang sudah menyediakan tiga lokasi, mudah-mudahan baik melalui skema CSR maupun langsung dari Kementerian Perumahan, ini bisa segera terealisasi,” ujar Fadly.
Di saat bersamaan, pemerintah kota bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat masih membahas penetapan zona sempadan sungai guna memastikan relokasi berjalan cepat dan tepat sasaran.
Mantan Wali Kota Padang Panjang itu berharap para penyintas banjir bandang dan tanah longsor dapat menjalani ibadah menjelang Ramadan 1447 Hijriah dengan lebih aman dan nyaman.
Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkirakan kebutuhan anggaran pascabencana yang melanda 16 kabupaten dan kota pada akhir November 2025 mencapai Rp21,44 triliun.
Rincian kebutuhan tersebut meliputi pemulihan infrastruktur Rp17,06 triliun, sektor permukiman Rp1,44 triliun, sektor ekonomi Rp1,10 triliun, lintas sektor Rp1,19 triliun, serta sektor sosial sekitar Rp0,64 triliun.