JAKARTA (Surau.ID) – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong penguatan koperasi syariah sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi perempuan. Melalui wadah koperasi, pemerintah ingin membuka akses permodalan yang lebih luas sekaligus membantu pelaku UMKM perempuan meningkatkan skala usahanya.
Komitmen tersebut disampaikan Ferry Juliantono saat membuka Pelatihan Koperasi Syariah dan Bazar Koperasi 2026 bertajuk “Membangun Ekonomi Syariah Berkelanjutan melalui Koperasi Syariah” yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wanita Pengusaha Muslimah Indonesia (WPMI) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi di Jakarta, Senin (3/8).
Dalam kesempatan itu, Menkop juga merespons aspirasi para pelaku usaha perempuan dengan memberikan kemudahan proses legalitas pendirian koperasi syariah di lingkungan WPMI.
Ferry menjelaskan, koperasi syariah tidak hanya memperkuat kelembagaan usaha, tetapi juga memperluas akses pembiayaan bagi anggotanya. Menurutnya, langkah tersebut akan membantu pelaku UMKM perempuan mengembangkan usaha hingga mampu bersaing pada skala yang lebih besar.
“Tugas kita di MES sekarang lebih operasional. Jika anggota WPMI memiliki potensi usaha yang ingin dikembangkan menjadi industri besar, dapat didiskusikan bersama,” terangnya.
Sebagai Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry menilai koperasi syariah juga dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada pinjaman online ilegal maupun praktik rentenir.
“Di sinilah peran koperasi syariah WPMI untuk masuk memberikan skema simpan pinjam yang amanah dan sesuai prinsip mudharabah,” tambahnya.
Ia menegaskan, penguatan koperasi syariah sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Karena itu, Ferry berharap WPMI dapat menjalin sinergi dengan jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar manfaat ekonomi koperasi semakin luas dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum DPP WPMI Endang Yopie Yanty Casidi menyambut positif dukungan pemerintah terhadap pengembangan koperasi syariah di lingkungan organisasinya. Menurutnya, WPMI terus mendorong perempuan pelaku usaha agar mampu membangun kemandirian ekonomi melalui kerja sama dalam koperasi.
“Hari ini kita memulai gerakan nyata. Kami ingin pelaku usaha perempuan mandiri dan tidak berjalan sendiri. Kehadiran Koperasi Syariah WPMI adalah solusi kolektif agar UMKM muslimah bisa stabil dan berdaya saing global,” kata Endang.
Selain memperkuat pelaku UMKM, Endang berharap WPMI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan gerakan koperasi di daerah. Organisasinya juga ingin berperan aktif mengenalkan koperasi kepada generasi muda, khususnya Generasi Z, agar semakin memahami manfaat berkoperasi.