Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
24 Agustus 2026 | 14:50 WIB
Daerah

Menu MBG SPPG Grujugan Kidul 01 Bondowoso: Ayam Crispy, Sayuran Segar hingga Apel Hijau

IMG 20260824 WA0015

 

BONDOWOSO (Surau.ID) — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali didistribusikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Grujugan Kidul 01 Bondowoso, mitra Yayasan Al-Hidayah, Senin (24/8/2026).

Pada distribusi kali ini, penerima manfaat mendapatkan menu yang terdiri dari nasi putih, ayam crispy, kacang goreng, timun, tomat, selada, serta apel hijau.

Menu tersebut disusun dengan memperhatikan kebutuhan zat gizi penerima manfaat. Tidak hanya mengutamakan rasa, komposisi makanan juga dirancang untuk menyediakan sumber energi, protein, lemak, karbohidrat dan serat dalam satu porsi makanan.

Kepala SPPG Grujugan Kidul 01 Bondowoso, Muhammad Alfin Bardani, menjelaskan bahwa menu yang didistribusikan telah mendapatkan penjelasan dan arahan dari ahli gizi yang bertugas di SPPG.

Menurutnya, setiap komponen dalam menu memiliki kontribusi terhadap kebutuhan gizi penerima manfaat.

“Nasi menjadi salah satu sumber karbohidrat yang memberikan energi untuk menunjang aktivitas. Kemudian ayam menjadi sumber protein, sedangkan sayuran dan buah memberikan vitamin, mineral serta serat,” jelasnya.

Nasi putih dalam menu tersebut berperan sebagai sumber karbohidrat. Zat gizi ini dibutuhkan tubuh sebagai salah satu sumber energi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk aktivitas belajar bagi anak-anak.

Sementara ayam crispy menjadi salah satu sumber protein hewani. Protein memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh, terutama bagi anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan.

Selain protein, ayam juga mengandung lemak. Namun, pengolahan makanan tetap perlu diperhatikan agar konsumsi lemak berada dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan.

Komponen berikutnya adalah kacang goreng. Kacang-kacangan dapat menjadi sumber protein nabati sekaligus menyumbang lemak dan energi. Kehadirannya melengkapi variasi sumber zat gizi dalam menu.

Sementara timun, tomat dan selada memberikan unsur sayuran dalam satu paket makanan. Sayuran mengandung berbagai vitamin, mineral dan serat yang dibutuhkan tubuh.

Tomat, misalnya, dikenal mengandung berbagai senyawa dan vitamin, sedangkan timun memiliki kandungan air yang tinggi. Selada juga turut memberikan serat dan mikronutrien.

Sebagai pelengkap, penerima manfaat mendapatkan apel hijau. Buah menjadi bagian penting dalam pola makan beragam karena menyediakan vitamin, mineral, air dan serat.

Berdasarkan perhitungan kandungan gizi menu, porsi kecil memiliki kandungan:

* Energi: 569,5 kkal

* Protein: 19,3 gram

* Lemak: 31,4 gram

* Karbohidrat: 54,8 gram

* Serat: 1,4 gram

Sedangkan pada porsi besar, kandungan gizinya mencapai:

* Energi: 712,3 kkal

* Protein: 22,7 gram

* Lemak: 32,1 gram

* Karbohidrat: 85,6 gram

* Serat: 1,5 gram

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa porsi besar memberikan jumlah energi dan makronutrien yang lebih tinggi dibandingkan porsi kecil.

Menurut Alfin, pembagian porsi tersebut merupakan bagian dari penyesuaian kebutuhan penerima manfaat.

“Untuk kebutuhan penerima manfaat tentu tidak semuanya sama. Karena itu ada penyesuaian porsi. Yang terpenting, komponen makanan tetap diperhatikan agar dalam satu paket terdapat sumber karbohidrat, protein, sayuran dan buah,” ujarnya.

Alfin menegaskan, konsep makanan bergizi tidak hanya diukur dari seberapa banyak makanan yang diberikan, tetapi juga dari keberagaman komponen di dalamnya.

“Penjelasan dari ahli gizi di SPPG menjadi acuan kami dalam memahami komposisi menu. Jadi bukan hanya mengejar kenyang, tetapi bagaimana makanan yang diberikan dapat memenuhi unsur gizi yang dibutuhkan penerima manfaat,” katanya.

Ia menjelaskan, kombinasi nasi, lauk hewani, kacang-kacangan, sayuran dan buah dalam menu hari itu diharapkan dapat memberikan variasi zat gizi.

Karbohidrat dari nasi menjadi sumber energi, protein dari ayam membantu memenuhi kebutuhan protein, sementara sayuran dan buah melengkapi asupan mikronutrien serta serat.

Di sisi lain, menu tersebut juga menjadi bagian dari edukasi tidak langsung mengenai pola makan beragam. Anak-anak diperkenalkan dengan kombinasi makanan yang tidak hanya terdiri dari makanan pokok dan lauk, tetapi juga sayuran serta buah.

Muhammad Alfin Bardani mengatakan SPPG Grujugan Kidul 01 bersama mitra Yayasan Al-Hidayah terus berupaya memperhatikan kualitas makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat.

Setiap menu diharapkan tidak hanya dapat diterima dari sisi rasa, tetapi juga memenuhi aspek keamanan pangan, kebersihan dan kecukupan gizi sesuai perencanaan yang telah disusun.

“Harapannya makanan yang kami distribusikan bisa diterima dengan baik oleh penerima manfaat, dimakan sampai habis dan memberikan manfaat bagi kebutuhan gizi mereka,” pungkasnya.

Menu nasi putih, ayam crispy, kacang goreng, timun, tomat, selada dan apel hijau pada Senin (24/8/2026) menjadi salah satu gambaran bagaimana satu paket MBG dapat memadukan makanan pokok, protein, sayuran dan buah dalam satu sajian.

Dengan pengaturan porsi serta pendampingan ahli gizi, SPPG Grujugan Kidul 01 Bondowoso terus berupaya menjadikan distribusi makanan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya mendukung pemenuhan gizi penerima manfaat.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id