BONDOWOSO (Surau.ID) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Kodim 0822 terus memacu pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Meski seluruh koperasi telah berbadan hukum, ketersediaan lahan masih menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi agar target rampung Agustus mendatang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan bahwa penyediaan lahan minimal 1.000 meter persegi merupakan amanat Instruksi Presiden. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan lahan kosong agar proses fisik pembangunan berjalan tanpa hambatan administrasi.
“Pembangunan akan jauh lebih cepat jika menggunakan lahan kosong karena bisa langsung dikerjakan. Jika lahan tersebut sudah ada bangunannya, kita harus melewati prosedur penghapusan aset dan appraisal terlebih dahulu,” ujar Fathur Rozi.
Penilaian (appraisal) oleh tim ahli disebut Fathur sangat krusial untuk menghindari temuan pelanggaran oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia menawarkan beberapa opsi lahan, mulai dari Tanah Kas Desa (TKD), aset kabupaten yang menganggur seperti bekas gedung SD, hingga koordinasi dengan pihak BUMN atau PTPN.
Hingga saat ini, dari total 219 unit gedung yang ditargetkan, baru 109 unit berdiri, dengan 24 unit telah rampung sepenuhnya.
Dandim 0822 Bondowoso, Letkol Inf. Prawito, mengungkapkan bahwa jajaran Babinsa telah diterjunkan untuk memetakan lokasi bersama perangkat desa. Menurutnya, hambatan paling besar muncul di wilayah kelurahan yang umumnya tidak memiliki Tanah Kas Desa.
“Kami sedang mencari solusi terbaik (win-win solution). Salah satu langkahnya adalah menyurati pihak PTPN agar sebagian lahannya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan koperasi ini,” ujarnya.
Prawito optimis, dengan koordinasi intensif antara TNI dan pemerintah daerah, seluruh kendala teknis di lapangan dapat teratasi.
“Target kami, sebelum peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus nanti, seluruh pembangunan gedung koperasi ini sudah tuntas terealisasi,” pungkasnya.