Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
27 Juni 2026 | 20:54 WIB
Hiburan

Mimpi Iran Pupus di Ujung Laga, Qalinoi: Kami Tim yang Sial

GettyImages Pelatih Iran
Pelatih Timnas Iran, Amir Qalinoi. {Foto: Getty Images Sport}

 

PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pelatih Timnas Iran, Amir Qalinoi, meluapkan kekecewaannya setelah timnya gagal mengamankan kemenangan atas Mesir dalam laga Piala Dunia yang berlangsung di Seattle, Amerika Serikat, Sabtu pagi. Iran harus puas bermain imbang 1-1 setelah gol penentu kemenangan pada masa injury time dianulir VAR karena offside dengan selisih yang sangat tipis.

Hasil tersebut membuat Iran gagal memastikan tiket lolos langsung ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup 7. Sebaliknya, Mesir mencetak sejarah dengan melaju ke fase gugur untuk pertama kalinya dan akan menghadapi Australia, sedangkan Iran kini harus menunggu peluang melalui jalur peringkat tiga terbaik.

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Qalinoi mengaku menerima keputusan teknologi VAR, tetapi tidak mampu menyembunyikan rasa kecewanya terhadap hasil akhir pertandingan.

“Ada aturan yang jelas yang didasarkan pada teknologi dan saya menerimanya, tetapi saya benar-benar hancur karena nasib sial ini; gol kami dianulir karena selisih milimeter, inilah keadilan teknologi, tetapi ini adalah nasib buruk yang membuat gila. Saya selalu mengatakan bahwa kami adalah tim yang dirugikan, dan sekarang saya bisa mengatakan bahwa kami juga tim yang sial,” ujarnya, seperti dikutip ESPN.

Gol yang dianulir terjadi pada menit ke-93. Bek Iran Shuja Khalilzadeh sempat merayakan gol yang diyakini membawa timnya unggul 2-1 sekaligus mengantarkan Iran lolos ke babak berikutnya. Namun, setelah meninjau tayangan VAR, wasit membatalkan gol tersebut karena posisi offside yang hanya terpaut beberapa milimeter.

Logistik Berat Sepanjang Turnamen

Qalinoi menilai hasil pertandingan tidak bisa dilepaskan dari berbagai kendala yang terus membayangi persiapan timnya sepanjang turnamen. Ketegangan politik antara Iran dan Amerika Serikat memaksa skuad Iran memindahkan pusat latihan dari Arizona ke Tijuana, Meksiko, sebelum kompetisi dimulai.

Situasi tersebut membuat delegasi Iran harus bolak-balik menempuh perjalanan udara dari Meksiko ke Amerika Serikat untuk menjalani dua pertandingan pertama. Tim bahkan baru tiba sehari sebelum pertandingan dan langsung kembali setelah laga berakhir.

Menurut Qalinoi, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap proses pemulihan fisik para pemain.

“Dalam sepak bola, tingkat vitalitas tubuh menurun setelah setiap pertandingan, dan ketika Anda dipaksa secara sewenang-wenang untuk naik pesawat dalam penerbangan tiga jam untuk pulang, Anda benar-benar menghancurkan proses pemulihan. Mereka telah melakukan ini kepada kami tiga kali, dan perlakuan mereka terhadap kami sangat mengerikan dan merugikan; saya berharap dunia menyadari hal ini, belum lagi perang yang sedang berkecamuk di negara kami.”

Selain persoalan perjalanan, sejumlah anggota staf pelatih Iran juga dilaporkan tidak memperoleh izin masuk ke Amerika Serikat sehingga semakin menyulitkan persiapan tim selama turnamen berlangsung.

Seruan untuk FIFA dan Dunia

Menutup pernyataannya, Qalinoi meminta Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengambil langkah agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada turnamen mendatang. Ia berharap negara tuan rumah mampu menjamin perlakuan yang setara bagi seluruh peserta.

Di tengah kekecewaan tersebut, Qalinoi tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang dinilai telah berjuang maksimal dalam situasi yang tidak mudah.

“Saya katakan kepada bangsa saya dan tim: Apa yang telah dilakukan para pemuda ini malam ini, terlepas dari semua rintangan ini, akan dicatat dalam sejarah dengan tinta emas, dan dunia kini bangga pada Iran.”

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id