BANDA ACEH (Surau.ID) – Dua mahasiswi Universitas Syiah Kuala (USK), Nabila Al Karimah (Akuntansi) dan Salwa Keisha (Pendidikan Dokter), mewakili Indonesia dalam ajang UBD–AUN Summer Camp 2026 yang berlangsung di Brunei Darussalam pada 1–10 Juli 2026.
Program yang diinisiasi oleh Universiti Brunei Darussalam (UBD) dan ASEAN University Network (AUN) ini mengangkat tema “Tides of Tomorrow: Reimagining Coastal Cities”.
Fokus utamanya adalah merumuskan solusi inovatif terkait tantangan perubahan iklim, ketahanan kawasan pesisir, hingga ekonomi biru.
Pengalaman Akademik dan Kolaborasi Lintas Budaya
Selama sepuluh hari, para delegasi mengikuti serangkaian kegiatan intensif, mulai dari kuliah umum dengan akademisi internasional, diskusi kelompok lintas negara, hingga kunjungan ke institusi strategis di Brunei.
“Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memperkuat kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, dan jejaring internasional,” ungkap Nabila.
Senada dengan hal itu, Salwa menambahkan bahwa interaksi lintas negara memberinya ruang untuk berani bertukar gagasan guna menjawab tantangan kota pesisir.
Kontribusi bagi Masa Depan Wilayah Pesisir
Selain mengasah kompetensi akademik, kedua mahasiswi ini aktif memperkenalkan budaya Indonesia dalam sesi pertukaran budaya. Partisipasi ini menjadi bagian dari komitmen USK untuk mendorong internasionalisasi pendidikan serta mencetak mahasiswa yang adaptif dan inovatif.
Kepala Kantor Kemitraan Global USK, Prof. Dr. Syamsidik, S.T., M.Sc., berharap pengalaman yang diperoleh delegasi ini dapat menjadi bekal untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Indonesia yang menghadapi tantangan serupa.
Keberhasilan Nabila dan Salwa diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif memanfaatkan peluang kolaborasi global serta berperan aktif dalam menciptakan solusi bagi tantangan pembangunan di masa depan.