JAKARTA (Surau.ID) – PBNU dan BAZNAS menggelar Orientasi Beasiswa Peradaban di Jakarta pada Rabu (15/7/2026), untuk menyiapkan calon pemimpin agama global yang memahami tradisi keulamaan serta nilai-nilai moderat Islam Indonesia.
Program ini merupakan langkah strategis Nahdlatul Ulama dalam memperkuat peran Indonesia sebagai pusat keilmuan Islam dunia. Para peserta dibekali wawasan mendalam mengenai kepemimpinan dan nilai-nilai Islam yang ramah.
Inisiatif ini dirancang guna membangun jejaring kepemimpinan agama lintas negara, sekaligus memperkenalkan pengalaman keislaman khas Indonesia kepada masyarakat internasional agar dapat didistribusikan ke berbagai belahan dunia.
Penguatan Peradaban Dunia
Program Beasiswa Peradaban menjadi wadah bagi PBNU untuk mengukuhkan visi peradaban global melalui pendidikan. Langkah ini didukung penuh oleh BAZNAS dalam memperluas kontribusi sumber daya manusia Indonesia di panggung internasional secara berkelanjutan.
Tahun ini, sebanyak enam peserta dari Afghanistan, Aljazair, Nigeria, Tanzania, Pakistan, dan Bangladesh mengikuti orientasi. Mereka mendapatkan pembekalan komprehensif mulai dari ke-NU-an, materi keindonesiaan, hingga penguatan tata kelola kelembagaan pendidikan.
Sinergi untuk Masa Depan
Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas SDM yang mampu menjawab tantangan global melalui jejaring pendidikan berkualitas. Inisiatif ini diharapkan mampu melahirkan duta-duta Islam yang damai dan inklusif.
“Ini adalah langkah nyata kita mewujudkan peradaban dunia. Kami berharap program ini terus berkelanjutan dan jumlah pesertanya semakin bertambah dari tahun ke tahun,” ujar Farid Septian, Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI.
Kehadiran para calon pemimpin agama ini di Indonesia adalah cermin harapan akan masa depan umat yang lebih bersatu, di mana ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritualitas menjadi jembatan bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi.