JAKARTA (Surau.ID) – Pemerintah menambah alokasi SPHP jagung sebanyak 150 ribu ton pada Selasa (8/9/2026). Langkah ini dilakukan untuk membantu peternak unggas skala UMKM di tengah ancaman kenaikan harga pakan.
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pasokan berasal dari stok Perum Bulog. Penyaluran difokuskan khusus bagi peternak menengah ke bawah, bukan untuk industri atau pabrik berskala besar.
Kebijakan ini diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas Kemenko Pangan. Langkah antisipasi ini diambil untuk menjaga stabilitas harga pakan saat memasuki musim paceklik akibat kondisi kering berkepanjangan.
Antisipasi Dampak Musim Kemarau
Musim kemarau berdampak signifikan pada penurunan produksi jagung nasional. Berkurangnya pasokan di pasaran berpotensi memicu lonjakan harga akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan pasokan dan ketersediaan bahan baku pakan.
Pemerintah berupaya intervensi pasar agar keterjangkauan harga jagung pakan tetap terjaga. Penyaluran cadangan pangan ini diharapkan mampu menekan beban biaya operasional peternak kecil di berbagai daerah.
Dukungan Keberlanjutan Usaha Peternak
Melalui program SPHP, pemerintah berkomitmen melindungi keberlangsung usaha peternak mikro. “Oleh karena itu jagung ini Bulog punya stok itu kita kasih SPHP untuk peternak-peternak yang menengah ke bawah,” ujar Zulkifli Hasan, Menko Bidang Pangan.
Pengawasan penyaluran akan terus dipastikan agar cadangan Bulog tepat sasaran. Komitmen ini menjadi jaring pengaman bagi sektor perunggasan nasional dalam menghadapi dinamika iklim dan tantangan pasokan pangan.