MALANG (Surau.ID) – Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, menggelar pertemuan dengan Wakil Grand Syekh Universitas Al-Azhar Kairo, Prof. Dr. Mohamed Abdel Rahman Al-Duweiny, Sabtu (19/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung di sela peringatan 1 Abad Pondok Modern Gontor ini menjadi momentum strategis bagi UIN Malang dalam memperluas jejaring akademik internasional di bidang pendidikan tinggi Islam, Minggu (20/9/2026).
Langkah kolaborasi ini ditujukan untuk menyerap pengalaman Al-Azhar Kairo dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus membangun reputasi global.
Penguatan Tradisi Keilmuan dan Riset Bersama
Inisiatif kerja sama ini berfokus pada pengembangan bidang pendidikan, penelitian, serta pertukaran gagasan akademik antarlembaga.
“Universitas Al-Azhar merupakan institusi pendidikan Islam yang memiliki sejarah panjang dan kuat dalam pengembangan ilmunya, sehingga dapat menjadi salah satu rujukan,” ujar Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana.
Penjajakan ini juga membuka ruang bagi kunjungan balasan pihak Universitas Al-Azhar ke kampus UIN Malang guna merumuskan program teknis secara berkelanjutan.
Komitmen Kemitraan Strategis Berkelanjutan
Pihak Al-Azhar menyambut positif inisiatif kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan untuk membangun komunikasi yang lebih intensif bersama UIN Malang.
“Salah satu yang ingin kami pelajari dari Universitas Al-Azhar adalah bagaimana pendidikan Islam tetap memiliki akar tradisi yang kuat, namun pada saat yang bersamaan mampu berkembang dan memiliki jejaring internasional,” ungkap Wakil Rektor IV UIN Malang, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid.
Sinergi antarperguruan tinggi Islam ini diharapkan mampu memperkokoh kontribusi kedua institusi dalam mencetak generasi akademisi muslim berdaya saing global.