PASURUAN (Surau.ID) – Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah KH Idris Hamid menegaskan bahwa warisan utama almarhum KH Abdul Hamid adalah keteladanan sikap istiqamah dalam kebaikan pada peringatan Haul ke-45 Mbah Hamid di Pasuruan yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026.
Peringatan haul akbar yang penuh keberkahan tersebut dipadati ribuan jamaah dari berbagai penjuru nusantara yang hadir secara tulus tanpa adanya selembar pun undangan resmi disebar oleh pihak panitia penyelenggara pesantren kepada publik luas di tanah air tercinta kita.
Antusiasme luar biasa dari para peziarah setia ini bahkan telah terlihat sejak sepuluh hari sebelum acara puncak, menunjukkan kecintaan mendalam masyarakat luas terhadap sosok ulama kharismatik tersebut secara nyata, tulus, dan sangat membanggakan seluruh umat Islam di berbagai daerah.
Makna Keteladanan Istiqamah
Kiai Idris menggambarkan pentingnya nilai istiqamah bagi seorang pendidik melalui analogi perilaku seekor ayam yang mengerami telurnya selama berbulan-bulan demi mendapatkan hasil proses tetasan terbaik dan sempurna tanpa keraguan sedikit pun dalam mendidik generasi bangsa.
Kisah perjalanan rihlah keilmuan Mbah Hamid sejak usia muda hingga menimba ilmu langsung ke Tanah Suci Makkah memperkuat hubungan erat para ulama dengan tradisi keislaman yang sangat kokoh serta penuh keberkahan melimpah bagi seluruh generasi penerus umat.
Pengembangan Pendidikan Islam
Pengembangan dunia pendidikan di lingkungan pesantren terus digelorakan secara progresif melalui kehadiran Ma’had Aly, sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan yang mewajibkan seluruh mahasiswanya menetap di asrama pesantren secara penuh demi menjaga kualitas keilmuan.
“Sekarang yang kita kembangkan adalah Ma’had Aly. Apa itu? Lembaga pendidikan tinggi yang wajib mondok dan sekarang sudah diakui negara,” ujar KH Idris Hamid, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan.
Di tengah situasi kebangsaan yang sedang menghadapi berbagai dinamika tantangan, momentum haul mulia ini diharapkan mampu menjadi pencerahan spiritual agar seluruh masyarakat senantiasa merawat kebaikan dan menjaga persatuan bangsa Indonesia tercinta di masa depan.