Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
20 Oktober 2026 | 10:46 WIB
Daerah

Pesantren Nurul Jadid Gelar Bahsul Kutub, Perdalam Fikih Wadiah dan Bahasa Arab bagi Pengajar

IMG 20261020 WA00292

 

PROBOLINGGO (Surau.ID) – Menjaga tradisi keilmuan pesantren tidak cukup hanya dengan mewariskan kitab, tetapi juga membutuhkan ruang belajar yang terus hidup. Semangat inilah yang tercermin dalam kegiatan Bahsul Kutub Lembaga Takhasus Ad-Dini Pondok Pesantren Nurul Jadid yang diikuti para ustad dan ustadah Madrasah Diniyah Nurul Jadid, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB ini menjadi wadah bagi para pengajar untuk memperdalam pemahaman terhadap kitab-kitab salaf sekaligus memperkuat bekal keilmuan dalam menjalankan tugas pendidikan. 

Melalui kajian bersama, tradisi membaca, memahami, dan mendiskusikan literatur klasik Islam terus dirawat agar tetap hidup di lingkungan pesantren.

Pada pertemuan kali ini, pembahasan difokuskan pada bab Wadiah (titipan), salah satu materi dalam kajian fikih yang membahas ketentuan mengenai penitipan barang, tanggung jawab penerima titipan, serta prinsip menjaga amanah dalam perspektif hukum Islam.

Kajian untuk para ustad menghadirkan Ust. Abu Dzar dan Ust. Hudri sebagai pemateri, sedangkan kajian untuk para ustadah disampaikan oleh Ustdh. Jamilah dan Ustdh. Nining. Para pemateri bertugas secara bergantian sebagai bagian dari upaya membangun budaya berbagi pengetahuan dan memperkuat kompetensi antarpengajar.

Pelaksanaan kegiatan dibagi di dua lokasi. Para ustad mengikuti kajian di Musholla Raudatus Sholihin, sedangkan para ustadah bertempat di Musholla MTSN 1 Probolinggo. Pembagian ini memungkinkan kegiatan berlangsung sesuai kelompok peserta dengan tetap berfokus pada pendalaman materi.

Bahsul Kutub diselenggarakan secara rutin dua kali dalam sebulan dengan dua fokus kajian, yakni ilmu alat dan fikih. Kajian ilmu alat bertujuan memperkuat kemampuan memahami kaidah bahasa Arab sebagai bekal membaca kitab kuning, sementara kajian fikih memperdalam pemahaman terhadap ketentuan hukum Islam dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pembahasan bab Wadiah juga memiliki relevansi erat dengan kehidupan masyarakat. Titipan bukan sekadar persoalan menyerahkan dan menerima barang, melainkan berkaitan dengan kepercayaan, tanggung jawab, dan kewajiban menjaga amanah. Nilai-nilai tersebut penting dipahami oleh para pengajar agar dapat diteruskan kepada para santri melalui pembelajaran yang kontekstual.

Melalui kegiatan yang berlangsung secara berkala ini, Lembaga Takhasus Ad-Dini Pondok Pesantren Nurul Jadid berupaya menjaga kesinambungan tradisi kajian kitab salaf sekaligus meningkatkan kualitas keilmuan para pengajar Madrasah Diniyah.

Pada akhirnya, menjaga warisan ulama bukan hanya tentang membaca kitab-kitab klasik, tetapi juga memahami, mendalami, dan mengamalkan kandungannya dalam kehidupan. Dari ruang kajian, ilmu diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi pendidikan serta pembentukan akhlak para santri.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id