JEPARA (Surau.ID) – Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Pengurus Cabang Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) setempat melepas delegasi Safari Dakwah Ramadan dari Pondok Pesantren Lirboyo di Pendopo R.A. Kartini, Senin kemarin. Program tahunan ini kembali mengirim ribuan santri untuk berdakwah dan mengabdi di berbagai wilayah.
Ketua LIM Cabang Jepara, Ahmad Hasanuddin, mengatakan Safari Dakwah Ramadan merupakan agenda rutin pesantren yang menjangkau banyak daerah di Nusantara. Tahun ini, sebanyak 3.001 delegasi diterjunkan, dengan 850 di antaranya bertugas di wilayah Jawa Tengah.
Secara nasional, kata dia, hanya dua daerah yang mengirim delegasi dakwah hingga menyeberangi pulau, yakni Kepulauan Seribu dan Karimunjawa. Dukungan berbagai pihak diharapkan memperkuat semangat pengabdian sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.
“Kami berharap kebersamaan ini tidak berhenti hari ini, tetapi terus berlanjut dan berkembang ke depan,” ujarnya.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyebut 50 santri Lirboyo diberangkatkan khusus untuk menjalankan Safari Dakwah Ramadan di Desa Kemujan, Karimunjawa. Menurut dia, pengiriman santri menjadi bagian dari upaya mendekatkan pesantren dengan masyarakat sekaligus memperkuat karakter sosial, sejalan dengan visi pembangunan Jepara MULUS.
“Pembangunan tidak cukup hanya dengan beton dan aspal. Kita juga membutuhkan pembangunan rohani, karakter, dan ketahanan sosial masyarakat. Di sinilah peran santri menjadi sangat strategis,” katanya.
Ia juga mendorong para santri berkontribusi dalam pembentukan karakter generasi muda melalui nilai kejujuran, kerja keras, optimisme, dan cinta Tanah Air.
Pelepasan delegasi ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pesantren, dan masyarakat dalam membangun Jepara yang religius, berkarakter, serta berdaya saing.