PURBALINGGA (Surau.ID) – Kementerian Agama menunjuk Kantor Kemenag Kabupaten Purbalingga sebagai pilot project nasional untuk penerapan standar pelayanan prima dan implementasi konsep Eco Office berbasis Ekoteologi, Jumat (26/6/2026).
Langkah strategis ini dilakukan untuk menciptakan wajah baru birokrasi Kemenag yang cepat, mudah, akuntabel, serta menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan kantor.
Program ini bertujuan mengakselerasi transformasi birokrasi menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2027 melalui manajemen kerja yang modern dan ramah lingkungan.
Transformasi Birokrasi Berbasis Spiritual
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa konsep Eco Office bukan sekadar slogan, melainkan bentuk ibadah dalam menjaga amanah Tuhan atas semesta yang terintegrasi dengan pelayanan masyarakat.
Kemenag Purbalingga dituntut menjadi laboratorium nyata bagi satuan kerja lain dalam membangun birokrasi yang memuliakan manusia sekaligus menjaga kelestarian ekosistem lingkungan kerja.
Komitmen Pelayanan dan Integritas
Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab, berkomitmen menjadikan model kerja Purbalingga sebagai acuan utama dalam membangun budaya kerja yang bersih dari korupsi serta sangat responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Inovasi di Purbalingga ini adalah langkah maju. Kita ingin standar pelayanan yang cepat, mudah, dan akuntabel ini menjadi standar yang diadopsi oleh seluruh satuan kerja di tanah air,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Dukungan penuh dari pimpinan pusat ini diharapkan menjadi katalisator bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Jawa Tengah untuk terus berinovasi.
Dengan mengintegrasikan nilai spiritual dalam pelayanan publik dan pengelolaan lingkungan, Kemenag berharap dapat meruntuhkan stigma birokrasi yang kaku serta menghadirkan pelayanan yang lebih humanis, profesional, dan berkelanjutan bagi seluruh umat.